Offside.co.id

Indonesia Jalani Laga Hidup Mati Lawan UEA

Kamis 23 Agustus 2018 23:51 WIB

Offside.co.id – Partai hidup mati bakal dilakoni tim nasional Indonesia menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) pada babak 16 Besar Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (24/8).

Memenangkan pertandingan menjadi wajib bagi pasukan Luis Milla Aspas ini jika tak ingin terhenti di persaingan putaran kedua. Menghadapi UEA, timnas U-23 ini sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi kelebihan tim lawan.

Seperti dikutip dari Antaranews, asisten pelatih Indonesia Bima Sakti, mengatakan bahwa salah satu yang diantisipasi adalah postur tubuh pemain U-23 UEA yang lebih tinggi dibandingkan pemain Indonesia.

“Di dalam latihan kami sudah mengantisipasi kelebihan UEA. Mereka tim yang bagus dan memiliki pemain dengan postur yang tinggi,” ujar Bima usai mengawasi latihan timnya di lapangan sepak bola B Gelora Bung Karno, Senayan.

Dia melanjutkan, dengan kondisi seperti itu, UEA mempunyai keuntungan jika bermain dengan umpan-umpan lambung yang tinggi. Oleh karena itu Indonesia akan sebisa mungkin mencegat pergerakan UEA dari sisi sayap yang berpotensi membahayakan pertahanan.

“Pemain sayap kanan mereka bagus sekali. Namun kami mewaspadai seluruh pemain mereka,” kata Bima.

 

 Indonesia Punya Kecepatan

Sementara, penyerang tim Indonesia Alberto Goncalves meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait peluang Indonesia menaklukkan UEA.

Beto, sapaan Alberto, menegaskan bahwa para pemain Indonesia mempunyai kualitas bagus untuk mengalahkan lawannya dari Asia Barat tersebut.

Timnas Indonesia (Foto: pssi.org)

“Pemain mereka memang tinggi, tetapi kami memiliki kecepatan dan kemampuan individu yang baik,” tutur pemain naturalisasi dari Brasil yang sudah mengoleksi tiga gol di Asian Games 2018.

Bima Sakti menegaskan, para pemain yang akan diturunkan di partai kontra UEA tidak jauh berbeda dengan susunan pemain saat mengalahkan Hong Kong 3-1 di laga terakhir Grup A sepak bola putra Asian Games 2018, Senin (20/8).

Ketika itu, pelatih Luis Milla memainkan nama-nama yaitu Andritany Ardhiyasa, I Putu Gede Juni Antara, Zulfiandi, Evan Dimas, M. Rezaldi Hehanusa, Alberto Goncalves, Stefano Lilipaly, Febri Hariyadi, Ricky Fajrin Saputra, Hansamu Yama Pranata (kapten) dan Irfan Jaya.

Pencapaian 16 besar tim nasional Indonesia di Asian Games 2018 merupakan yang kedua kalinya di Asian Games sejak Asian Games 2002, di mana aturan U-23 diterapkan di sepak bola putra Asian Games.

Prestasi serupa pertama kali digoreskan tim Garuda Muda, julukan timnas U-23 Indonesia, pada Asian Games 2014 di Korea Selatan.

Artinya, jika berhasil menaklukkan UEA, Garuda Muda akan mencetak sejarah melaju ke delapan besar.

Jika berhasil mengalahkan UEA, Indonesia akan bertemu pemenang laga antara Bangladesh dan Korea Utara.

Penyerang tim nasional U-23 Indonesia Alberto “Beto” Goncalves mengatakan dirinya siap menghadapi bek-bek Uni Emirat Arab (UEA) yang akan dijumpai di laga 16 besar sepak bola putra Asian Games 2018, Jumat (23/8).

“Di Liga Indonesia, kan, beknya juga tinggi-tinggi-tinggi. Jadi, saya sudah biasa,” ujar Beto, yang bermain untuk klub Sriwijaya FC di Liga 1 Indonesia, di lapangan sepak bola B Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis.

Yang penting lanjut atlet berusia 37 tahun dan telah mencetak tiga gol di Asian Games 2018 itu, timnas U-23 Indonesia harus bisa menjalin kerja sama yang baik di lapangan agar bisa mendobrak pertahanan UEA.

Dan, keunggulan timnas U-23 Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk meneror UEA adalah kecepatan dan kemampuan individu.

“Mereka pasti sudah melihat bagaimana kami bermain. Oleh sebab itu, penting kerja sama di dalam lapangan dan memaksimalkan keunggulan yang kami miliki,” tutur Beto.

Berbicara tentang berhadapan dengan bek-bek dengan berbagai ukuran postur, Beto memang telah memiliki pengalaman tersebut bersama kiprahnya di dunia sepak bola profesional yang telah dimulai sejak tahun 1999.

Sampai tahun 2018, pria kelahiran Kota Belem, Brasil ini sudah pernah bermain di berbagai klub di Brasil dan Asia Tenggara, sebelum saat ini membela Sriwijaya FC di Liga 1 Indonesia.

Beto sendiri sah menjadi WNI pada Februari 2018 dan dipanggil masuk tim nasional U-23 oleh pelatih Luis Milla tiga bulan kemudian. (KS)

 

Sumber: Antaranews

(Visited 23 times, 23 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo