Offside.co.id

Spektakuler! Asian Games 2018 Resmi Bergulir

Minggu 19 Agustus 2018 10:34 WIB

Offside.co.id – Resmi sudah Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang dibuka oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Lewat sebuah acara pembukaan (Opening Ceremony) yang spektakuler dan megah di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pesta olahraga negara-negara Asia empat tahunan itu bergulir, Sabtu (18/8).

Pesta pembukaan berlangsung sangat meriah dan memukau. Bertemakan, Asian Games 2018: Energy of Asia, upacara pembukaan yang juga disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi itu, membuat para hadirin dan penonton takjub dan terkesima. Konsep kebinekaan yang diusung dalam pembukaan ini benar-benar mengejutkan mata dunia yang menyaksikannya.

Seperti dilansir Antaranews, bak Mentari terbit, pesta pembukaan Asian Games 2018 memancarkan cahaya pembuka hari yang menjanjikan harapan, mempertontonkan kerlap kerlip  keindahan, dan membawakan energi yang penuh kekuatan.

Pesta pembukaan multi event olah raga se-Asia itu seakan-akan ingin mengikrarkan bahwa akan banyak makna yang bisa dipetik dari kegiatan yang akan berlangsung hingga 2 september itu, sesuai dengan slogan yang diusung “energy of Asia”.

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla membuka secara resmi Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (18/8). (foto: Tim Media CdM Indonesia)

Pada upacara pembukaan pesta olahraga akbar Asian Games 2018 itu,  Indonesia disajikan untuk mewakili keragaman Asia. Pertunjukan yang begitu megah menghadirkan semua tentang kekayaan Indonesia, yakni kebudayaan dan alam nusantara nan memesona.

Keragaman Indonesia menjadi cerminan Asia, energi Asia. Di sini lah perbedaan dirayakan dalam keriaan. Seperti saat penonton memberi sambutan meriah ketika kontingen Korea memasuki Stadion GBK. Kontingen Korea Selatan dan Korea Utara berparade dalam satu rombongan dengan membawa bendera Korea Bersatu.

Pembukaan Asian Games 2018 menjadi momen bersejarah bagi bangsa Korea setelah konflik yang berkepanjangan.

“Kita bersaudara, kita bersatu, kita ingin meraih prestasi,” seru Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembukaan Asian Games 2018.

 

Penuh Energi

 

“Indonesia.. Indonesia.. Indonesia” digemakan puluhan ribu penonton yang memenuhi Stadion GBK sebelum pesta pembukaan Asian Games ke-18 dimulai.

Energi yang ditumpahkan penonton malam itu terbayar dengan pertunjukan spektakuler yang memanjakan mereka secara audio maupun visual.

Setidaknya ada sekitar 4.000 penari dari semua lapisan usia termasuk penari termuda berusia delapan tahun dan yang paling tua berusia 80 tahun.

Salah satu atraksi pada pembukaan Asian Games 2018, Sabtu (18/8). (Foto: asiangames2018.id)

Lewat arahan Eko Supriyanto dan Denny Malik sebagai koreografer, keindahan Indonesia disajikan lewat aksi ribuan penari tersebut dalam balutan busana bermotif khas Indonesia.

Penampilan mereka semakin spektakuler dengan iringan ratusan pemusik di bawah arahan Addie MS dan Ronald Steven, komposer musik yang sudah tak asing lagi di Tanah Air.

Indonesia sebagai negara tropis ditampilkan lewat menjulangnya gunung buatan yang kokoh sebagai latar panggung dan dilengkapi dengan berbagai tumbuhan ciri khas Indonesia.

Panggung spektakuler dengan ukuran berat 600 ton, panjang 135 meter, lebar 30 meter, serta tinggi 26 meter disebut-sebut mengalahkan panggung di ajang sekelas Olimpiade.

 

Eksplorasi Indonesia

Tidak hanya menonjolkan kekayaan budaya dan kesenian tetapi Wishnutama, yang didaulat sebagai direktur kreatif pesta pembukaan Asian Games 2018, juga mengeksplorasi alam Indonesia.

Ribuan penari membawakan tarian kolosal sejak kerajaan Sriwijaya hingga kerajaan Majapahit yang dibagi dalam empat tema air, bumi, angin, dan api untuk menunjukkan kekayaan alam dan laut Indonesia.

Segmen air menggambarkan samudera biru yang menyatukan ribuan pulau di Indonesia. Dimulai dari samudera yang bergejolak, merepresentasikan konflik di masa awal sejarah Indonesia, kemudian air hadir menjadi penyatu, menenangkan gejolak dan membawa kedamaian bagi semua pulau dengan menampilkan aktor Maruli Tampubolon sebagai tokoh pemersatu bangsa yang terinspirasi oleh sosok Gajah Mada.

 

(Foto: asiangames2018.id)

Kemudian Raisa tampil menyenandungkan lagu “Zamrud Khatulistiwa” dengan latar air terjun bersama para penari yang menggambarkan kekayaan laut Indonesia.

Warna biru yang medominasi panggung kemudian berganti menjadi hijau sebagai tema bumi.

Inilah taman surgawi Indonesia, di mana keindahan Indonesia dilambangkan dalam gerakan yang menggambarkan ragam budaya, warna, ekspresi dan perspektif yang terjaga hingga ke masa kini.

Diiringi lagu “Sijali-jali” yang dibawakan Rossa, segmen ini juga menampilkan cinta dan dedikasi anak Indonesia kepada bumi. Representasi tradisi dalam segmen ini bertujuan mengemas ragam budaya dalam tarian ritual dan tarian perang.

“Lagu Garuda di Dadaku” kemudian menghentak panggung yang semakin cantik dengan kemunculan bulan purnama dari balik latar gunung, yang dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi antara lain Rossa, Wizzy, Fatin, GAC, Kamasean, Rinni Wulandari, dan Edo Kondologit.

(Foto: asiangames2018.id)

Panggung tiba-tiba menjadi gelap, hanya bermandikan cahaya rembulan buatan. Puluhan ribu penonton serentak menyalakan ponsel mereka.

Suasana semakin syahdu dengan alunan piano dari Joey Alexander, pianis kebanggaan Indonesia yang sudah mendunia. Joey memainkan senandung “Gending Sriwijaya”.

Joey yang pernah meraih nominasi Grammy Awards itu membuka segmen angin, yang mencerminkan para leluhur bangsa Indonesia dengan segala kebijaksanaan, kekuatan dan nasionalisme yang tinggi.

Di segmen ini, angin digambarkan sebagai kekuatan yang tumbuh dan menyebarkan daya hidup, mewariskan nilai-nilai bangsa dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Suasana semakin khidmat saat Putri Ayu melantunkan “Melati Suci” dengan iringan piano dari Joey.

Energi panggung kembali menyala dengan nuansa merah yang melambangkan api sebagai simbol keberanian dan semangat berkompetisi bangsa Indonesia.

Dalam segmen ini, api dan lava menghidupkan jiwa dan raga bangsa yang berakar pada bumi. Api akan menjadi semangat dan inspirasi para pejuang olahraga, menyorakkan mereka menuju ke kemenangan di 18th Asian Games 2018.

Di sini lah prosesi penyulutan obor kualdron berlangsung, yang menandai dibukanya secara resmi Asian Games 2018, pesta olahraga terbesar dunia setelah Olimpiade itu.

Defile Kontingen Indonesia (foto: Tim Media CdM Indonesia)

Defile Kontingen Indonesia (foto: Tim Media CdM Indonesia)

Prosesi penyulutan kualdron berlangsung cukup unik karena para pembawa obor harus mendaki gundukan gunung buatan yang dibangun di tengah lapangan di stadion utama yang berkapasitas sekitar 80.000 penonton itu.

Obor dibawa secara estafet oleh para mantan atlet berprestasi lainnya, diawali dari Lanny Gumulya (loncat indah), Arief Taufan (karate), Yustejo Tarik (tenis), Supriati Sutono (atletik) dan I Gusti Oka Sulaksana (layar). Susy Susanti, legenda hidup bulu tangkis Indonesia menjadi pembawa obor terakhir yang kemudian menyalakan api kualdron yang berada di puncak bukit buatan tersebut.

Penyanyi Indonesia yang sudah Go International, Anggun C. Sasmi menutup rangkaian pesta pembukaan Asian Games 2018 dengan lagu “Serasa”. Disusul dengan penampilan Areil NOAH, Cakra Khan, Rian D’Masiv yang membawakan lagu “Bright as the Sun” dalam tema kosmopolitan.

Ini lah pancaran keragaman Asia yang berkilau di GBK, yang membawa pesan persatuan dalam keragaman, toleransi dan energi ke seluruh dunia.

“Ini waktunya kalian bersinar, kalian adalah energi Asia!” ujar Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Skeikh Ahmad Fahad Al-Sabah. (KS)

 

Sumber: Antaranews

(Visited 59 times, 18 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo