Offside.co.id

Hallgrimsson dan Indra Kagumi Stadion Utama GBK

Senin 15 Januari 2018 08:46 WIB

Offside.co.id – Pelatih Islandia, Heimir Hallgrimsson mengungkapkan kekagumannya terhadap kondisi Stadion Utama Gelora Bung Karno yang baru selesai direnovasi dan diresmikan Presiden Joko Widodo, Minggu (14/1).

Hal yang sama juga dikatakan mantan pelatih timnas U-19 Indonesia Indra Sjafri yang juga hadir menyaksikan laga timnas lawan Islandia.“Saya terkesan dengan stadion yang sudah renovasi ini, sebagai penonton saya merasa nyaman. Dan kualitas stadion saat ini sudah setara dengan stadion Eropa,” timpal Indra, pelatih berdarah Minang itu saat ditemui Offside.co.id seusai pertandingan.

Indra Sjafri (foto: offside.co.id)

“Saya sudah sering bermain di banyak stadion di seluruh Eropa, dibandingkan di Eropa stadion ini merupakan salah satu yang terbaik,” ujar Hallgrimsson, pelatih yang juga berprofesi sebagai dokter gigi ini.

Selain itu, Hallgrimsson juga kagum bisa bermain di stadion berkapasitas besar tersebut, karena dia tidak akan menemui hal serupa di Islandia. “Ini adalah pengalaman baru bagi kami, karena bisa bermain di stadion berkapasitas 70.000 ribu lebih penonton ini, sebab di Islandia 1000 penonton itu sudah bagus,” tambahnya.

Menyinggung soal laga kedua yang dilakoni Islandia melawan Indonesia, Hallgrimsson  menyatakan bahwa pemain Indonesia baik secara individual, driblel serta visi dan teknik. “Kita bisa melihat pada babak pertama kita bermain imbang, namun pada babak kedua ada penurunan dan perubahan terjadi di tim Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, timnas Indonesia lebih kuat dan teroganisir dibanding Indonesia Selection yang dihadapi Islandia di Yogyakarta. “Tim ini memang lebih kuat daripada tim yang di Jogja, dan lebih jelas intruksi dan permainannya, oleh karena itu pertandingan ini berbeda dan lebih susah,” tambah pelatih berusia 50 tahun itu.

Selain itu faktor kondisi lapangan dan lamanya waktu persiapan menjadi laga di Stadion Gelora Bung Karno ini berbeda dengan laga yang diadakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Laga uji coba ini juga dijadikan sebagai tolak ukur untuk “the our boys” menjelang berlaga di Piala Dunia 2018.

“Kami ingin menyesuaikan dengan lawan-lawan kami di grup karena itu kami main di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan, agar bisa bermain dengan negara yang kondisi serta suasana yang berbeda,” tutupnya. (ANDI/ARDI/KS)

 

(Visited 171 times, 1 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo