Offside.co.id

Klub dan Pemain Sepakbola Kutuk Bom di Manchester

Rabu 24 Mei 2017 06:43 WIB

Offside.co.id – Sejumlah klub sepakbola dan juga pemain dunia mengutuk keras aksi pengeboman saat konser penyanyi Ariana Grande di Manchester Arena, Manchester, Inggris, Senin waktu setempat atau Selasa (23/5) dini hari WIB.

Sedikitnya 22 orang tewas darn 50 orang lainnya mengalami cedera ketika para pengunjung bersiap meninggalkan arena seusai konser tersebut.

Dua klub Manchester, Manchester City dan Manchester United pada akun twitter resminya langsung menyatakan kesedihannya dan mengutuk aksi bom bunuh diri tersebut tak lama setelah insiden.

Klub lainnya yang juga menyampaikan rasa dukanya adalah Ajax Amtserdam (Belanda), Real Sociedad (Spanyol), serta Badan Sepakbola Eropa (UEFA).

BACA JUGA :   Cukur Mongolia 7-0, Indonesia Buka Peluang

Sementara itu dari deretan pemain yang juga menyampaikan keprihatinannya terhadap para korban pengeboman di antaranya, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, Vincent Kompany, serta dua mantan pemain yakni Luis Figo dan Gary Lineker.

Ronaldo, bintang Real Madrid dan Portugal pada akun twitternya memasang bendera Inggris dengan tulisan Manchester di tengahnya. Lebih dari 46 ribu pengikut pemain ini telah mengirim ulang dan lebih dari 135 ribu menyukainya.

Pasca insiden tersebut, Ariana Grande yang selamat dari kejadian dikabarkan telah kembali ke Amerika Serika di tengah dugaan soal apakah ia akan meneruskan rangkaian konsernya di Eropa, demikian Reuters melaporkan.

Seperti dilaporkan majalah People, penyanyi berusia 23 tahun itu terlihat tiba di sebuah bandar udara di kota Boca Raton, Florida.  Ariana belum menampakkan diri di depan umum sejak bom mengguncang pada akhir pertunjukannya.

BACA JUGA :   Gagal Sikat Persija, Persib Tertahan di Posisi ke-13

Kepolisian Inggris sendiri telah mengidentifikasi tersangka pelaku bom bunuh diri itu sebagai Salman Abedi. Pria berdarah Libya berusia 22 tahun yang lahir di Manchester.

Kelompok ISIS menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut. Mereka menyebut bom itu sebagai pembalasan terhadap para “Tentara Salib,” namun tampak ada ketidaksesuaian dalam pernyataannya mengenai operasi tersebut. (KS)

(Visited 30 times, 6 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo