Offside.co.id

Zidane: Juventus Masih Ada di Hati Saya

Kamis 11 Mei 2017 08:03 WIB

Offside.co.id – Reuni bakal berlangsung di Cardiff, Wales, 4 Juni mendatang, menyusul lolosnya Real Madrid ke final Liga Champions setelah menyingkirkan Ateltico Madrid. Ya, Madird sudah ditunggu Juventus yang sehari sebelumnya telah memastikan diri.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, yang pernah menjadi bintang lapangan “I Bianconeri” sejak 1996 hingga 2001, akan bereuni dengan mantan klubnya. Madrid adalah tim yang disinggahi pelatih asal Prancis ini setelah Juve melepasnya.

Zinedine Zidane saat berkostum Juventus (Foto: DailyMail/Reuters)

“Saya menjadi seorang laki-laki dan pemain yang lebih baik saat bersama Juve. Juventus klub hebat. Melawan mereka di partai final akan menjadi istimewa. Juventus masih ada di hati saya,” kata Zidane seperti dilansir situs football-italia, seusai Madrid memastikan diri ke final kendati kalah 1-2 dari Atletico di Vicente Calderon, Kamis dinihari WIB. Sebelumnya Madrid sudah mengantongi kemenangan 3-0 di semifinal pertama, sehingga unggul agregat 4-2.

BACA JUGA :   Jamu Persija, Persib Berharap Tuah Herrie

“Ini akan menjadi final yang bagus. Madrid dan Juve memiliki jalan yang sama dan keduanya pantas berada di sana. Sekarang ada waktu untuk mempersiapkannya, tapi hari Minggu nanti kami juga memiliki pertandingan penting di Laliga,” Zidane melanjutkan.

Dikatakakan, dirinya memiliki tim berisikan para pemain hebat dimana semua pencapaian Madrid adalah berkat usaha dari mereka. Zidane pun merasa gembira Real Madrid bisa kembali ke final.

Zidane saat meraih juara Liga Champions bersama Real Madrid tahun 2002. (Foto: fifa)

Dia menilai, Madrid tidak akan menjadi tim yang diunggulkan ketika menghadapi Juventus di final mendatang karena wakil Italia itu dikenal memiliki barisan  pertahanan yang sangat solid. “Kami sama sekali bukan tim favorit. Sangat sulit mencetak gol saat melawan tim seperti Juve,”  Zidane mengungkapkan.

BACA JUGA :   Nil Maizar dan Aji Sama-sama Terjepit

Bukan itu saja. Menurut Zidane, selain memiliki palang pintu pertahanan yang kuat, Juve juga memiliki penyerang-penyerang tangguh.

Kendati demikian, Madrid memiliki tekad dan juga ambisi. Madrid ingin mengukirkan namanya sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions, setelah musim lalu sukses meraih juara seusai mengalahkan Atletico.

Sejak format Liga Champions mengalami perubahan di tahun 1994, belum ada satu pun tim yang mampu mempertahankan gelar juara. Pada era sebelumnya di mana UEFA masih menerapkan sistem yang lama, tercatat hanya AC Milan yang sukses mempertahankan gelarnya pada 1990. (KS)

 

(Visited 256 times, 13 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo