Offside.co.id

Miris! Essien dan Daftar Cedera yang Menderanya

Rabu 15 Maret 2017 07:09 WIB

Offside.co.id – Michael Essien mendadak jadi “trending topic” di media nasional. Kehadiran pemain Ghana ini ke Indonesia untuk bermain bersama Persib Bandung benar-benar telah menyedot perhatian publik sepakbola nasional.

Buat publik sepakbola Indonesia Essien bukanlah nama asing. Aksi-aksinya kerap dilihat di layar televisi, baik saat dia bermain untuk “The Blues” di Premier League, AC Milan di Seri A, Real Madrid di Laliga, atau saat dia bermain untuk timnas Ghana di Piala Dunia.

Essien adalah sosok gelandang dinamis dan punya kemampuan komplet. Sebagai pemain jangkar dia memiliki kapasitas sangat mumpuni. Tak heran jika klub-klub besar tertarik memanfaatkan kepiawaiannya.

(Foto: Talksport)

Sebagai pesepakbola musuh yang paling ditakuti adalah cedera. Nah, bicara soal cedera, Essien termasuk pemain yang kerap mengalaminya. Urusan masuk rumah sakit dan menjalani operasi akibat cedera kerap dialami Essien.

Tercatat, sejak 2008 hingga 2015 ia sudah 7 (tujuh) kali menjalani masa istirahat cukup panjang lantaran harus melakukan pemulihan pada cedera di bagian lututnya.

Namun demikian, cedera itu tak pernah membuatnya jera atau frustrasi, apalagi berhenti bermain sepakbola. Essien tetap menjadi pemain andalan, walaupun kemampuannya perlahan-lahan memperlihatkan penurunan.

Dikutip dari Transfermarkt.com, cedera yang pernah memaksanya harus beristirahat panjang pertama kali dialami pada 2008, tiga tahun setelah Chelsea merekrutnya dari Lyon. Kala itu Essien menderita cedera cukup serius pada ligamennya (cruciate ligament rupture) yang membuatnya harus absen selama 173 hari (9 September 2008 s.d 1 Maret 2009). Akibatnya bisa ditebak, Chelsea yang kala itu ditangani Luiz Fellipe Scolari tak bisa memanfaatkan tenaga Essien selama 37 pertandingan!

Tujuh bulan pasca pulih dari cedera panjang giliran pahanya bermasalah. Essien kembali absen selama 28 hari (12 Desember 2009 s.d 9 Januari 2010). Gara-gara cedera ini Essien harus absen dalam 6 pertandingan Chelsea.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Baru 11 hari merasakan kesembuhan, Essien sudah bermasalah lagi dengan lututnya. Situasi ini bahkan jauh lebih buruk dibandingkan cedera di kali pertama dua tahun sebelumnya. Betapa tidak, kambuhnya cedera lutut Essien menyebabkan ia harus istirahat selama 178 hari (20 Januari 2010 s.d 17 Juli 2010), serta absen dalam 24 kali pertandingan!

Histori cedera yang dialami Essien sejak 2008 hingga 2015. (Foto: screenshot-transfermarkt)

Kejadian serupa kembali menimpa setahun kemudian. Kali ini ia dipaksa beristirahat lebih lama yakni 184 hari (11 Juli 2011 s.d 11 Januari 2012) setelah lututnya kembali kambuh. Pada “sesi” ini Essien tidak bermain dalam 30 pertandingan.

Saat bermain di AC Milan Essien tercatat dua kali mengalami hal yang sama. Dalam kurun waktu antara April 2015 hingga Juni 2015, ia dipaksa istirahat selama 82 hari (22 hari dan 60 hari)  dan absen dalam 13 pertandingan.

Sementara saat bermain di klub terakhirnya Panathinaikos (Yunani) antara kurun waktu Juli 2015 hingga Oktober 2015, Essien istirahat selama 92 hari dan absen dalam 13 laga.

Miris memang melihat apa yang dirasakan Essien sepanjang karier bermainnya di klub-klub ternama dunia itu.

Lalu apa tanggapan Essien terhadap cedera yang kerap menimpanya?

“Lututku tidak memberikan saya masalah. Saya hanya harus menjaga diri agar selalu fit dan siap melakukan pekerjaan dengan baik bersama tim. Gaya bermain saya tidak berubah. Masih sama,” kata Essien dalam sebuah kesempatan berbicara kepada media beberapa tahun lalu.

“Bila Anda memiliki cedera sulit untuk mendapatkan kembali. Saya tidak memberikan tekanan pada diri saya sendiri atau apapun. Saya hanya mendengar apa kata dokter dan sekali saya fit, maka saya akan memberikan segalanya saat berlatih,” papar Essien saat masih berkostum Chelsea dan bermain di bawah asuhan Jose Mourinho. (KS)

(Visited 263 times, 1 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo
Powered by Live Score & Live Score App