Offside.co.id

Brilian! Ide FIFA Cegah Hooliganisme dan Anti-Rasisme

Senin 6 Maret 2017 06:54 WIB

Offside.co.id – Dua penyakit kronis di sepak bola, hooliganisme dan rasisme, jadi sorotan FIFA pada Piala Dunia Rusia 2018.

Momentum Piala Dunia pun dipakai FIFA untuk menerapkan aturan baru guna menangkal dua hal tersebut. Ya, mereka menyatakan perang melawan holiganisme dan rasisme.

Nah, guna menekan angka kerusuhan di event 4 tahunan itu, FIFA akan menerapkan aturan yang mewajibkan suporter memiliki kartu identitas khusus. Sebuah ide brilian.

Seperti dikabarkan BBC, kericuhan mewarnai perhelatan Piala Eropa yang berlangsung di Prancis tahun lalu. Sejumlah penonton terluka setelah suporter Rusia terlibat bentrok dengan holigan Inggris.

Laporan BBC lewat video dokumenter bulan lalu menunjukkan akan adanya aksi balas dendam juga tengah dirancang jelang Piala Dunia 2018.

Karena itulah otoritas sepak bola Rusia akan mengeluarkan kartu identitas khusus yang dibutuhkan untuk masuk stadion dan bisa digunakan sebagai visa.

BACA JUGA :   Hattrick Ronaldo Selamatkan Portugal

“Kami pastikan Piala Dunia 2018 akan menjadi festival sepak bola dan tidak ada tempat bagi mereka yang tidak mendukung olahraga atau pertandingan,” kata Colin Smith, direktur kompetisi FIFA saat berkunjung ke Rusia, Kamis (2/3/2017).

Kubu suporter tuan rumah juga diwajibkan memiliki kartu tersebut. Dengan identitas yang jelas, pihak keamanan bisa menangkap para hooligan di rumah masing-masing, juga memblokir mereka untuk menonton bola di stadion manapun untuk kurun waktu tertentu, sesuai bobot kesalahannya.

Piala Dunia akan berlangsung di Rusia, Juni mendatang. Turnamen ini akan digelar di 11 kota. Sebelumnya Rusia didenda dan nyaris didiskualifikasi dari Piala Eropa Prancis 2016 akibat kebrutalan para suporternya.

Sementara untuk menangani rasisme, FIFA membentuk Badan Khusus Anti-Rasisme yang diketuai mantan pemain Chelsea, Alexei Smertin.

Tugas bekas gelandang Timnas Rusia yang kini menjadi politisi itu adalah mengawasi serta mengambil tindakan tegas atas segala hal yang berkaitkan dengan masalah rasisme.

Sebelum diaplikasikan di Piala Dunia, Smertin menguji-coba formula anti-rasisme di kompetisi domestik Rusia. Sayangnya, baru-baru ini Smertin membuat pernyataan kontroversial terkait rasisme di Rusia.

BACA JUGA :   Tahan Brasil, Swiss Ingin Pengakuan Lebih

Dia mengklaim kalau tindakan semacam itu tidak pernah ada dan ulah suporter beberapa tahun silam kepada sejumlah pemain kulit hitam hanya sebuah lelucon.

“Tidak ada rasisme di Rusia. Itu datang dari luar, dari negara lain. Layaknya fashion,” kata Smertin, seperti dikutip The Sun.

Isu rasisme marak hampir di seluruh dunia, namun di negara-negara berkembang posisinya cenderung kritis. Di Indonesia, nyanyian rasisme atau merendahkan/menghina kelompok suporter lawan mudah ditemui di banyak stadion. (SN)

 

(Visited 138 times, 10 visits today)
Editor: Sigit Nugroho