Offside.co.id

Belgia Anggap Italia Musuh Paling Bergengsi

Senin 13 Juni 2016 16:08 WIB

Offside.co.id – Laga sulit akan dihadapi Belgia dalam babak penyisihan Grup E Piala Eropa 2016, Selasa (14/6) dini hari WIB di Stadion Parc Olympique Lyonnais. Pelatih Belgia, Marc Wilmots, mengatakan bahwa Italia akan menjadi ujian sulit dan menganggap Gli Azzurri adalah lawan paling bergengsi.

Italia sebenarnya datang dengan materi pemain yang maksimal kekuatannya setelah gelandang Marco Verratti mengalami cedera. Antonio Conte pun tak memanggil nama-nama senior Italia seperti Andrea Pirlo serta meninggalkan Mario Balotelli.

Meski demikian, Wilmots mengatakan bahwa hal itu tak membuat mereka lengah ketika menghadapi Gli Azzurri.

“Mereka bahkan lebih berbahaya lagi dalam situasi seperti ini, karena mereka memiliki pemain di level tertinggi dan seorang pelatih yang menginginkan tim yang berisikan para pejuang,” kata Wilmots.

“Ini adalah musuh paling bergengsi di turnamen ini yang bisa membuat kami bertumbuh. Kami harus siap sedia.”

Satu hal yang bisa menjadi ganjalan Wilmots adalah mereka tidak tahu sama sekali formasi atau taktik yang akan digunakan Italia hingga satu jam sebelum pertandingan.

Hal ini karena Italia tak menggelar sesi latihan di Lyon satu hari sebelum pertandingan untuk menyiapkan taktik mereka. Conte lebih memilih latihan fisik pada pagi hari.

Wilmots meyakini bahwa formasi Italia yang tak tertebak bisa membuat masalah.

“Kami baru akan benar-benar tahu taktik Italia hanya satu jam sebelum pertandingan, mungkin mereka akan menciptakan sesuatu yang benar-benar tak terduga,” katanya.

“Kami telah bekerja sangat keras untuk menyiapkan teknik kami dan juga akan menyebabkan masalah bagi musuh kami di lini pertahanan. Saya memilih untuk menghadapi tekanan seperti ini, ketimbang tak memiliki penggemar kami di belakang kami.” (BM)

BERITA MENARIK LAINNYA :

Permintaan Persib Ditolak Persija

Persib Batal Pakai GBLA, Umuh Kecewa

Dejan Mundur, Herrie Setiawan Jadi Caretaker Persib

(Visited 287 times, 2 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid