Offside.co.id

UEFA dan ECA Sepakat Kubur Ide Liga Super Eropa

Rabu 29 Maret 2017 10:34 WIB

Offside.co.id – Asosiasi Klub-klub Sepakbola Eropa (ECA) mencapai kata sepakat dengan Uni Sepakbola Eropa (UEFA) untuk mengubur ide digelarnya Liga Super Eropa. Kesepakatan untuk tidak melanjutkan lagi pembicaraan rencana tersebut dikemukakan Presiden ECA, Karl-Heinz Rummenigge seusai pertemuan, kemarin.

“Menurut saya, kami sepenuhnya setuju dengan reformasi Liga Champions dan Liga Europa yang akan dilakukan antara periode 2018 hingga 2021, ” kata Rummenigge, mantan pemain timnas Jerman seusai diskusi dengan Direktur Kompetisi UEFA, Giorgio Marchetti di Athena, Yunani, Selasa.

Dilanjutkan, reformasi ini baik bagi anggota klub. Rummenigge juga menegaskan bahwa mereka senang untuk tetap berada di bawah  payung UEFA. “Dengan demikian maka tidak akan ada lagi pembicaraan mengenai hal itu (Super League),” katanya.

Rummenigge yakin, adanya reformasi dalam pelaksanaan Liga Champions dan Europa League akan membuat kompetisi ini semakin menarik dan lebih kuat dibadingkan sebelumnya.

BACA JUGA :   Tiga Suporter Tewas Harus Diusut Tuntas

Komite Eksekutif UEFA sendiri berjanji akan memastikan reformasi pelaksanaan kedua kompetisi antarklub Eropa itu berjalan pada musim 2018-2019 mendatang.

Sebagaimnana diketahui, ide memunculkan Liga Super Eropa didukung klub-klub besar seperti Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid dan Sevilla dari LaLiga; Manchester City, Chelsea, Manchester United, Arsenal dan Liverpool (Premier League); Juventus, Milan, Inter dan Napoli (Serie A); Bayern Munchen, Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen (Bundesliga) dan PSG, Marseille serta Lyon (Ligue 1).

Ide Liga Super Eropa mulai dimunculkan tahun 1998. Kompetisi ini akan mempertemukan setiap klub terbaik di Eropa dan hanya diikuti 16 tim. Ide tersebut kemudian menemui jalan buntu setelah UEFA memperbesar jangkauan Liga Champions sehingga bisa diikuti oleh lebih banyak klub.

BACA JUGA :   Tiga Suporter Tewas Harus Diusut Tuntas

Sebelumnya ide tersebut terus dibahas di kalangan ECA karena sudah pasti klub-klub yang memiliki hasrat untuk membentuk liga tersebut akan mendapat perlawanan dari penyelenggara liga maupun federasi sepak bola Eropa, UEFA.

Tak pelak lagi hal tersebut menjadi tekanan tersendiri bagi UEFA yang kemudian sejak  Agustus 2016, telah membuat dan memutuskan sistem baru Liga Champions yang mulai berlaku musim 2017. Adapun sistem baru tersebut di antaranya menjamin empat pemuncak klasemen di empat liga dengan koefisien terbaik (La Liga, Bundesliga, Premier League, dan Serie A) langsung mendapat tempat di fase grup Liga Champions. (KS)

(Visited 82 times, 1 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo