Offside.co.id

Ada Apa dengan Marinus dan Vietnam?

Jumat 25 Agustus 2017 16:33 WIB

Offside.co.id – ALHAMDULILLAH. Tak ada lagi kata terindah, kecuali puji syukur ke Hadirat Illahi Rabbi, Allah yang maha membolak-balik keadaan. Tim nasional sepakbola Indonesia, mampu meraih tiket semifinal SEA Games XXIX, Kuala Lumpur setelah dalam laga tetakhir di Grup.B, mengalahkan Kamboja 2-0.

Di laga lainnya di grup yang sama, secara mengejutkan Thailand menggulung Vietnam 3-0, dan juga meraih tiket semifinal lainnya sekaligus menjadinjuara grup B. Hasil laga Thailand vs Vietnam menimbulkan banyak spekulasi. Bayangkan, Vietnam yang tampil digdaya dan yang paling aman jalannya ke semifinal, bisa rontok dengan 3-0.

Hasil ini membuat Thailand akan menghadapi Myanmar dan Indonesia akan bertemu Malaysia dalam laga semifinal.

Marinus
Lepas dari kemenangan Hansamu Yama dan kawan-kawan atas Kamboja, 2-0, partai itu menjadi penampilan terendah timnas dibandingkan laga-laga sebelumnya. Kelelahan dan ketegangan menjadi bagian yang paling menonjol. Akibatnya tim harus menanggung kerugian besar saat semifinal nanti.

BACA JUGA :   Eden Hazard Selamatkan Chelsea

Empat pemain masing-masing Muhammad Hargianto, Marinus Mariyanto Wanewar, Andy Setyo Nugroho, dan Hansamu Yama diganjar kartu kuning. Hukuman itu dijatuhkan wasit Nagvenkar Tejas, lagi-lagi dari perbuatan yang tidak perlu. Perbuatan yang secara konyol dilakukan oleh mereka yang samsekali tak mampu mengontrol diri.

Akibatnya, Hansamu, Hargianto, dan Marinus tidak akan bisa tampil di semifinal lantaran akumulasi kartu kuning. Jadi, langkah tim nas kita akan sangat berat mengingat lawan di semifinal, Malaysia yang selain musuh-bebuyutan, juga seperti menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan dalam cabang olahraga mana pun di Selangor SEA Games ke-29 ini.

Dan,  yang patut disesalkan, sikap Marinus yang sama sekali tidak menunjukkan sikap sportif. Sejak pertengahan babak pertama, Martinus mulai melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Puncaknya, Martinus melakukan gerakan mempermainkan alat vital. Perbuatan yang bukan tidak mungkin akan memperoleh hukuman tambahan dari AFF serta AFC. Ancaman hukumannya juga tidak main-main, bisa mencapai lebih satu tahun.

BACA JUGA :   Liverpool Gunduli Maribor 7-0, Klopp Kaget

Pertanyaannya, ada apa dengan Marinus? Mengapa dia melakukan perbuatan yang memalukan itu? Mengapa dia tidak berpikir lebih luas, bukan hanya keadaan tim secara menyeluruh, tapi tentang masa depannya.

Untuk tim sendiri, dengan empat pemain inti tak bisa diturunkan, maka Luis Milla dan tim pelatih harus ekstra keras agar tim tetap bisa tampil maksimal. Terpenting para pemain tidak lagi melakukan hal-hal yang akan berdampak lebih merugikan.

Dalam kesulitan, selalu.ada kemudahan…

(Visited 964 times, 28 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo