Offside.co.id

Alhamdulillah, Jakmania, Viking, Bobotoh Berpelukan!

Senin 31 Juli 2017 12:20 WIB

Offside.co.id – ALHAMDULILLAH. Puji syukur pantas kita haturkan pada Illahi-Robbi, pemilik dan penggerak hati manusia. Satu-satunya keluatan yang maha membolak-balik hati manusia.

Itulah kalimat yang meluncur di hati saya ketika: melihat dan membaca artikel 1000 lilin di Bekasi. Kelompok pendukung yang selama belasan tahun jadi musuh bebuyutan dan telah mengorbankan banyak nyawa secara sia-sia, akhirnya mau menyadari segala keburukan akibat fanatisme yang membabi-buta.

Saya angkat topi yang setinggi-tingginya untuk anak-anak Bekasi ini. Dan, saya juga berdoa, semoga nyawa anak-anak, adik-adik, saudara-saudara kita, utamanya Ricko Andrean, memperoleh limpahan rahmat dari Allah yang seluas-luasnya.

Usaha keras yang Inshaa Allah didasari kesadaran tinggi itu, wajib disambut oleh petinggi Jakmania, Viking, Bobotoh dan tentu para elite Persija serta Persib. Terus terang, hingga saat para elite belum juga melakukan tindakan konkret. Padahal, fanatisme itu justru berawal dari mereka.

Harusnya: Ferry Indra Syarif (Jakmania), Herru Joko, dan Almarhum Ayi Beutik (Viking-Bobotoh) adalah tokoh yang paling berpengaruh. Harusnya, mereka, minus Alm Ayi Beutik, tampil ke publik untuk meyakinkan semuanya bahwa mereka telah dan harus berdamai. Karena, diakui atau tidak: perseteruan merekalah yang telah membuat semuanya jadi seperti ini.

BACA JUGA :   Arsenal Ingin Gaet Nabil Fekir dari Lyon

Yang tak kalah penting: Ferry Paulus (Persija) dan Umuh Muchtar (Persib) juga muncul secara bersama. Terus terang, pernyataan keduanya setiap jelang pertandingan, disadari atau tidak menjadi legitimasi balas-dendam.

“Saya minta maaf, Jakmania, Viking dan Bobotoh agar tidak datang ke stadion. Hal ini semata-mata untuk kebaikan kita bersama!” kata Umuh dan Ferry.

Selintas kalimat itu memang terkesan baik untuk antisipasi kerusuhan, tapi tanpa disadari kalimat itu justru selalu menjadi pemicu. Jadi, jika ada pendukung lawan yang nekad datang menjadi ‘sah’ untuk dihakimi.

Saya percaya dan berharap semuanya bisa diakhiri dengan cara-cara yang beradab.

Lalu, masukan untuk Menpora, Imam Nahrawi dan Ketua MPR, Zulkifli Hasan yang tampak sangat serius untuk mengakhiri segala kesia-siaan itu, hendaknya membuat regulasi khusus. Membuat semacam ‘ancaman’ jika terjadi lagi, maka kedua klub dilarang untuk ikut berlaga.

BACA JUGA :   Menjamu Southampton, "The Reds" Tanpa Mane

Tidak hanya itu, para elite juga diwajibkan tanggung jawab.
Dulu, Kobkamtib, Marsekal Sudomo ketika menyelesaikan keributan antar gank anak muda di era 1970an, juga melakukan hal itu. Sudomo memanggil para elite dan membebani mereka tanggung jawab. Akibatnya, para elite bekerja keras untuk menyelesaikan pertikaian dengan baik.

Bukan hanya gank-gank bubar dengan sendiri, tapi perang antar mereka tak terjadi lagi.

Mudah-mudahan kasus saling balas dendam antar pendukung Persib dan Persija juga bisa segera betakhir. Mendukung itu penting, tetapi bersahabat jauh lebih penting.

Hidup, Jakmania, Viking, Bobotoh! Hidup Persib, hidup Persija!! Hidup sepakbola Indonesia!!

(Visited 440 times, 6 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo