Offside.co.id

Arema Bantai PS TNI 4-0

Kamis 16 Februari 2017 18:45 WIB

Offside.co.id – Arema akhirnya memastikan mengamankan satu posisi di babak delapan besar Piala Presiden 2017 setelah berhasil mencukur PS TNI empat gol tanpa balas. Dengan kemenangan ini, Arema mengemas 7 poin dari tiga pertandingan.

Di babak pertama, Arema cukup kesulitan menyerang. Kokohnya lini tengah dan belakang PS TNI membuat Esteban Vizcarra cukup kesulitan mengembangkan permainan. Pelanggaran terhadap Vizcarra membuat wasit Hamsir menunjuk titik putih. Cristian Gonzales maju sebagai algojo dan berhasil membawa Arema unggul di menit 38.

Di babak kedua, Arema tampil lebih menggila. Terbukti, tiga gol langsung diborong oleh Arema. Gol kedua Gonzales membawa Arema menjauh di menit 50. Disusul gol ke-tiga oleh Dendy Santoso di menit 62. Lalu tendangan keras Vizcarra membuat kiper Dhika Bhayangkara kembali kebobolan di menit 66.

BACA JUGA :   Cedera Salah Tidak Parah

Pelatih Arema FC, Aji Santoso mengaku hasil ini membuat timnya dipastikan lolos ke babak selanjutnya. Ia juga puas melihat permainan anak asuhnya. Diakui Aji, Arema cukup kesulitan mengatur serangan.

“Saya memasang dua gelandang bertahan di babak pertama. Saya ingin lebih bertahan. PS TNI cukup bermain bagus,” ujar Aji.

Namun di babak kedua, Aji ingin lebih menyerang. Terbukti, masuknya Ferry Aman Saragih dan Felipe Bertoldo membuat permaian Arema lebih berkembang.

“Kita lebih superior. Penyerangan lebih efektif. Seharusnya bisa enam gol tapi dua gol tadi bisa diselamatkan kiper dan terkena tiang,” akunya.

Sementara itu Pelatih PS TNI, Mustaqim mengaku timnya kalah segalanya dari Arema. Pertandingan melawan Arema menjadi pelajaran berharga bagi tim.

BACA JUGA :   Real Madrid Kampiun!

“Ini pelajaran berharga. Kami kalas kelas dengan Arema. Banyak evaluasi dan kekurangan di tim ini,” ucap Mustaqim.

Ia mengaku banyaknya pemain muda membuat mental timnya turun. Terutama setelah Arema mencetak gol kedua. Banyak kesalahan yang dilakukan pemainnya.

“Disaat gol ke-dua, pemain sedikit panik karena mental pemain muda goyah,” tandasnya.

Dengan demikian, faktor mental menjadi poin penting evaluasi tim untuk menyambut kompetisi Liga 1. “Pemain masih butuh jam terbang. Percuma fisik kita bagus tapi mental kita jatuh dan berpengaruh kepada permainan tim,” tutupnya. (FM)

(Visited 103 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid