Offside.co.id

Arema: Kalau Kalah Ya Gentleman!

Rabu 8 Maret 2017 07:24 WIB

Offside.co.id – Protes keras yang dilayangkan oleh Semen Padang membuat telinga Arema FC panas. Sebelumnya, Semen Padang menuduh adanya permainan wasit dengan mengesahkan dua gol berbau offside saat timnya kalah 5-2 pada semifinal leg 2 Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan, Minggu (5/3).

Selain itu, klub berjuluk Kabau Sirah itu menuduh Felipe Bertoldo yang merupakan pemain ilegal.

Menanggapi dua gol offside yang dicetak Cristian Gonzales, pelatih Arema, Aji Santoso angkat bicara. Bagi Aji, semua gol Arema karena kesalahan pemain belakang Semen Padang.

Gol kedua dan ke empat Gonzales yang dituding offside, menurut Aji, gol tersebut murni onside. Ia mengaca pada Laws of The Game FIFA pasal 11 yang berbunyi seorang pemain yang berada dalam posisi offside saat menerima bola dari lawan, yang dengan sengaja memainkan bola (kecuali saat melakukan penyelamatan), tidak dihitung memperoleh sebuah keuntungan.

BACA JUGA :   Modric Bawa Kroasia Ungguli Nigeria

“Kemarin Loco tidak offside karena bola lebih dulu mengenai lawan meski posisi Loco di depan. Kalau yang ke-empat itu memang kesalahan pemain belakang yang salah antisipasi pergerakan Dedik,” ujar Aji.

Ia pun menilai komentar yang dilontarkan Semen Padang tidak masuk akal. “Tidak masuk akal kalau menyalahkan wasit. Murni kita menang 5-2. Kecuali kalau kita di menit akhir diberi penalti,” lanjutnya.

Mantan pelatih Persela Lamongan tersebut meminta pelatih dan manajemen tim Semen Padang untuk berjiwa besar menerima kekalahan.

“Kalau kalah ya gentleman, fair dan berjiwa besar menerima kekalahan. Tidak fair kalau menyalahkan wasit tanpa ada evaluasi tim,” ucapnya.

BACA JUGA :   Tahan Brasil, Swiss Ingin Pengakuan Lebih

Sementara itu mengenai Felipe Bertoldo, General Manager Arema, Ruddy Widodo juga menegaskan bahwa Felipe merupakan pemain legal di Piala Presiden dan paspor naturalisasi Timor Lestenya tidak bermasalah.

“Kalau dikatakan ilegal, kenapa baru di semifinal melakukan protes? Dan semestinya di babak penyisihan sudah tidak boleh main,” tuturnya.

“Kalau paspor, coba tanya Felipe saat masuk Malang pakai paspor mana? Pakai Timor Leste. Dan lolos dari Imigrasi. Cobalah lapang dada. Kalau menang bersyukur tanpa meremehkan lawan dan jika kalah ya mengakui kekurangan tanpa mencari kesalahan orang lain,” tutup Ruddy. (FM)

(Visited 379 times, 3 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid