Offside.co.id

Awas! Lawan Filipina, Timnas Jangan Tergesa-gesa

Kamis 17 Agustus 2017 07:53 WIB

Offside.co.id – HANSAMU Yama Pranata dan kawan-kawan, Kamis (17/8) malam ini akan kembali berlaga untuk kedua kalinya dalam babak pertama SEA Games ke-29 di stadion Shah Alam, Kuala Lumpur, Malaysia. Di atas kertas, Hansamu tampaknya akan lebih mudah untuk meraih tiga angka atas Filipina. Tetapi, tim asuhan Luis Milla ini mutlak harus memperbaiki keadaan.

Dalam laga pertama Selasa (15/8) malam, tim nas kita berhasil menahan imbang 1-1, Thailand. Hasil melawan musuh bebuyutan itu, bukan sekadar hasil imbang yang diraih, tapi secara kasat mata kita melihat ada satu harapan terbuka lebar.

Tim ini terlihat memiliki kepercayaan diri yang bagus. Suka atau tidak, diakui atau tidak, banyak pemain dan banyak tim kita jika bertemu Thailand, seperti tidak percaya diri. Bahkan tidak sedikit pertemuan tim kita justru seperti kalah sebelum bertanding. Malah, di SEA Bangkok 1985, timnas kita pernah digilas 7-0 di semifinal.

Meski demikian, kita juga pernah punya memori indah di SEA Games Manila 1991, saat Ribut Waidi mampu mengalahkan Thailand di final. Dalam laga yang penuh drama itu, kita merebut medali emas setelah menang adu penalti.

Tiga hal

Meski terlalu pagi untuk mengatakan tim nas kita akan tampil sebaik 1991, saya tetap menggantang asa di pundak Hansamu dan kawan-kawan. Ada beberapa fakta yang membuat asa itu membentang.

Anak-anak asuhan Mila ini mampu menampilkan pola permainan cepat dan menggempur berulang-ulang. Mereka tak lelah serta mereka mampu memperlihatkan kemampuannya. Sayang dari sekian banyak tekanan itu, hanya satu peluang yang menjadi gol, itu pun dari titik penalti.

Selain itu, saya melihat ada tiga persoalan yang harus segera diperbaiki jika langkah Hansamu tidak ingin terhenti di babak awal ini.

Tergesa-gesa menjadi bagian paling menonjol. Osvaldo Ardiles Haay, Marinus, serta Evan Dimas berulang kali melesakan bola meski pun dalam posisi belum prima. Akibatnya, arah bola terlalu jauh dari sasaran atau bahkan sangat mudah dimentahkan.

Di samping itu, Evan Dimas yang seolah-olah menjadi sentral, belum tampil maksimal. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah seringnya posisi kanan kita dibobol lawan. Gavin Kwan Adsit, seringkali naik dan gagal turun untuk memutup posisinya. Gol yang diciptakan Chaiyawat Buran, juga berawal dari gagalnya Gavin menutup gerak lawan.

Selain itu, penjaga gawang Kurniawan Kartika yang melakukan kesalahan elementer hingga bola terlepas dan dimanfaatkan lawan, juga cukup mengkhawatirkan. Bukan hanya itu kekeliruan yang terjadi, beruntung hanya satu gol yang membobol gawangnya.

Jadi, Mila dan Bima Sakti selaku pelatih dan asistennya, harus mampu memperkecil hal-hal yang menjadi kelemahan kita itu. Jika tidak, saya khawatir tim kita akan kandas di grup.

Melawan Filipina malam ini, Hansamu dan kawan-kawan harus mampu memperbaiki diri. Kita tentu berharap Hansamu mampu memberikan kebahagian pada bangsa dan negara, sama seperti yang dipersembahkan oleh dua pemanah putri dan putra (Sriranti dan Prima Wisnu) yang mempersembahkan dua emas pertama untuk hadiah kemerdekaan Indonesia yang ke-72.

Semoga ada kebahagian lain di hari proklamasi kita hari ini. Aamiin.

 

(Visited 239 times, 2 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo
Powered by Live Score & Live Score App