Offside.co.id

Awas! Suporter Rasis, Liga 1 Dihentikan

Selasa 14 Mei 2019 11:33 WIB

Offside.co.id – Operator liga PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan laga Liga 1 yang akan melakukan debutnya pada Rabu, 15 Mei 2019, dihentikan jika terdengar seruan rasialis dari suporter yang berada di stadion.

“Itu sudah pasti dihentikan. Aturan untuk itu sudah dikeluarkan,” ujar Direktur PT LIB Dirk Soplanit di Jakarta, Senin, seperti dikutip Antaranews.

Dirk melanjutkan, hal itu dilakukan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam pertandingan. “Situasi rasialis itu membuat laga berjalan tidak kondusif,” kata dia.

Seruan dalam bentuk yel-yel atau apapun yang bernuansa rasialis menjadi salah satu yang diperangi LIB dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

PSSI melalui komisi disiplin juga memberikan sanksi, utamanya dalam rupa denda, untuk klub yang suporternya terdengar mengeluarkan seruan rasialis sepanjang laga.

Klub-klub Liga 1 Indonesia juga sudah menyadari situasi tersebut tidak baik untuk sportivitas pertandingan dan memberikan peringatan kepada para suporternya untuk menjaga sikap selama berada di stadion.

Liga 1 Indonesia tahun 2019 yang diikuti 18 tim peserta digelar mulai Rabu (15/5) dengan laga pembuka PSS Sleman versus Arema FC, berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

BACA JUGA :   Persebaya Tertahan, Djajang Minta Maaf

Ada 306 pertandingan yang berlangsung di Liga 1 Indonesia 2019. Sebanyak 540 pemain profesional terlibat dalam liga tertinggi di Tanah Air ini.

Pada Liga 1 tahun 2018, sebanyak 3,1 juta penonton datang ke stadion untuk memberikan dukungan kepada klub kesayangannya.

Sementara itu sponsor utama kompetisi Liga 1 musim 2019, PT. Shopee International Indonesia, menegaskan bahwa salah satu alasan pihaknya mendukung kompetisi tertinggi di Tanah Air itu adalah demi sepakbola lebih baik.

“Kami yakin hal baik itu bisa tercapai sehingga terwujud sepak bola sebagai olahraga pemersatu bangsa,” kata Country Brand Manager Shopee, Rezki Yanuar di sela launching kompetisi Liga 1 musim 2019 di Jakarta, Senin.

Kompetisi di Indonesia saat ini memang menjadi sorotan terutama adanya dugaan pengaturan skor. Bahkan beberapa petinggi PSSI sudah ditetapkan sebagai tersangka termasuk wakil ketua umum Joko Driyono.

Atas kondisi tersebut, menurut Rezki, pihaknya terpanggil untuk terjun langsung membantu dalam hal perbaikan sepak bola nasional yang saat ini ditunggu kebangkitannya.

BACA JUGA :   Persela dan Persipura Berbagi Angka

Pihaknya juga mengaku sadar jika terlibat dalam persepakbolaan nasional bukan tanpa risiko. Namun, apa dilakukan merupakan langkah-langkah konkret agar prestasi Indonesia di lapangan hijau semakin terang di masa depan.

“Kami maju, karena kalau tidak mencoba tidak akan ada perbaikan,” kata Rezki menambahkan.

Sepanjang 2018, situasi sepak bola Indonesia tidak cukup baik. Beberapa kasus yang menjadi sorotan publik yaitu dugaan pengaturan skor oleh petinggi sepak bola Tanah Air, hingga bentrok antarsuporter yang memakan korban tewas.

Di samping itu, pihak penyelenggara Liga 1, PT. Liga Indonesia Baru juga sempat kesulitan untuk mencari sponsor ditengarai oleh dugaan kasus tersebut, serta memiliki tunggakan subsidi kepada klub pada dua musim pertandingan lalu.

Laga pembuka Liga 1 2019 akan mempertemukan juara Piala Presiden Arema FC melawan tuan rumah PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogjakarta, Rabu (15/5).

 

Keterangan Foto: Launching Shopee Liga 1 musim 2019. (Foto: liga-indonesia.id)

(Visited 4 times, 4 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo