Offside.co.id

Babak 8 Besar Liga 2 Diputuskan Digelar di Bekasi

Rabu 1 November 2017 15:27 WIB

Offside.co.id – Setelah terombang-ambing tentang di mana dan kapan penyelenggaraan Babak delapan besar Liga 2, akhirnya PSSI menetapkan 8 Besar siap bergulir mulai Selasa, 9 November 2017 mendatang.  Ajang perebutan yang akan menentukan lolosnya tiga tim promosi ke Liga 1 itu, sesuai keputusan PSSI, bakal digelar di tempat netral yakni Bekasi, Jawa Barat.

Ada dua stadion yang akan digunakan sebagai tempat berlangsungnya pertandingan delapan tim yang terbagi dalam dua grup yakni, Stadion Wibawa Mukti untuk laga Grup X serta Stadiion Patriot Candrabhaga untuk laga Grup Y.

Empap tim yang berada di Grup X berisikan Persis Solo, PSMS Medan, Kalteng Putra, dan Martapura FC. Sedangkan Grup Y berisikan PSIS Semarang, PSPS Riau, Persebaya Surabaya dan PSMP Mojokerto Putra.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan antara PSSI, operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan perwakilan delapan klub Liga 2 di Markas Kostrad, Jakarta, Selasa. Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Umum PSSI Edy Rachmayadi itu dijelaskan bahwa ditunjuknya Bekasi dilakukan demi keadilan.

“Kami menunjuk Kota dan Kabupaten Bekasi menjadi tuan rumah delapan besar karena mudah diawasi dan adil bagi semua pihak. Suporter silakan datang, tetapi kalau tidak mau diatur tidak boleh masuk stadion,” tutur Edy, seperti dikutip Antaranews.

Pertandingan Grup X sendiri akan milai dimainkan pada tanggal 9, 12 dan 15 November. Sementara Grup Y tanggal 10, 13 dan 16 November 2017. Adapun babak semifinal dan final dijadwalkan pada 22 dan 25 November 2017.

Semula perhelatan ini dijadwalkan pada 20 Oktober 2017. Namun molor dan terombang-mabing menyusu terjadinya beberapa kericuhan yang menimbulkan korban di babak 16 besar.

“Kami menghentikan sementara karena ada kejadian yang memakan korban. Harapannya di Liga 2 kami mau mencari pemain sepak bola terbaik, sekaligus memberikan hiburan dan tontonan kepada masyarakat. Akan tetapi ternyata terjadi persoalan kemanusiaan,” kata Edy, yang juga Pangkostrad itu.

Menurut jenderal berbintang tiga ini, dirinya mengetahui ada beberapa pihak yang “bermain” di Liga 2 demi meraih kemenangan. Hal ini dilakukan oleh oknum-oknum klub, wasit dan suporter.

“Saya tegaskan, kami butuh atlet dari Liga 2, bukan penjahat. Tim sukses itu dilihat dari berapa banyak pemainnya yang dipanggil ke timnas, bukan dari berapa kali juara, karena ini pembinaan,” ujar dia.

Edy pun menjamin pihaknya akan melakukan yang terbaik di delapan besar Liga 2, mulai dari keamanan hingga pengawasan performa perangkat pertandingan. (KS)

 

 

(Visited 73 times, 1 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo
Powered by Live Score & Live Score App