Offside.co.id

Benahi Sepak Bola, Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas

Rabu 25 Januari 2017 11:44 WIB

Offside.co.id – Setelah sempat mengalami penundaan, rencana Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk mengadakan rapat terbatas (ratas) membahas sepak bola Tanah Air akhirnya terlaksana di Kantor Presiden, Selasa (24/1) sore WIB.

Dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, ratas tersebut dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla dan beberapa menteri termasuk Ketua Umum PSSI, Letjen TNI Edy Rahmayadi.

Presiden Jokowi mengatakan, kendati sempat vakum di laga internasional akibat sanksi FIFA, namun masuknya tim nasional Indonesia ke babak final Piala AFF 2016 lalu menjadi momentum kebangkitan sepak bola Tanah Air.

“Oleh sebab itu, pemerintah akan terus memberikan perhatian untuk mempercepat pembangunan sepak bola nasional kita. Meski juga perlu dicatat bahwa pembinaan pada cabang olahraga yang lainnya juga akan diteruskan,” kata Presiden Jokowi.

BACA JUGA :   Madrid Bungkam Getafe, Suarez Selamatkan Barca

Dalam ratas tersebut, Jokowi mengemukakan empat langkah untuk bisa membenahi persepak bolaan nasional. Untuk itu, pertama-tama Presiden Jokowi meminta agar pembinaan sepak bola dilakukan sejak usia dini.

“Jangan sampai hanya berharap sepak bola kita akan maju di tingkat regional maupun dunia jika pembinaan usia dini ini dilupakan,” tuturnya.

Yang kedua, Jokowi meminta dilakukannya pembenahan total terhadap sistem dan tata kelola kompetisi sepak bola nasional agar lebih kompetitif, lebih berkualitas, dan mengusung fair play.

“Saya sudah mendapatkan laporan banyak dari Ketua Umum PSSI, dan kita optimistis dengan sistem dan cara yang akan kita benahi terus-menerus, kita meyakini bahwa sepak bola Indonesia ke depan akan lebih baik lagi,” ujar Jokowi.

BACA JUGA :   Persiba Buyarkan Ambisi Bali United

Terkait dengan pembinaan tersebut, menurut Jokowi, langkah ke-tiga yang harus dilakukan adalah pembenahan manajamen klub harus menjadi perhatian. Sementara langkah ke-empat terkait dengan penyiapan infrastruktur stadion atau tempat latihan yang memenuhi syarat.

“Jangan sampai lapangan terbuka tersebut dialihfungsikan untuk kepentingan lain, apalagi untuk kepentingan komersial. Sudah seharusnya jumlah lapangan justru semakin diperbanyak,” tegas Jokowi. (BM)

(Visited 118 times, 3 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid