Offside.co.id

Bhayangkara FC vs PS TNI, Adu Gengsi Klub Militer

Jumat 10 Februari 2017 08:53 WIB

Offside.co.id – Pertandingan lanjutan Piala Presiden di grup 2 besok sore (11/2) akan mempertemukan dua klub yang berisi anggota POLRI dan TNI. Bhayangkara FC (BFC) dan PS TNI bakal menyajikan pertandingan panas yang mempertaruhkan gengsi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy mengaku antusias menjelang pertandingan melawan PS TNI. Dirinya pun juga telah mempersiapkan timnya untuk meredam agresifitas pemain PS TNI.

Di pertandingan sebelumnya, BFC sedikit bermain lambat dan mengandalkan serangan balik. Simon mengatakan akan menggunakan strategi berbeda. Tergantung dari lawan yang akan dihadapi.

“Itu digunakan karena melawan tim besar. Besok kita akan menyerang,” ujar Simon.

Ia juga akan menurunkan semua pemainnya baik lokal maupun asing. Terlebih bergabungnya Firman Utina menambah daya gedor di lini tengah BFC.

“Semua akan diturunkan. Untuk evaluasi juga,” jawabnya singkat.

Kapten tim BFC, Evan Dimas Darmono juga sama antusiasnya seperti Simon. Sama-sama belum memperoleh poin, Ia menilai besok merupakan pertandingan hidup dan mati BFC agar bisa lolos dari fase grup.

“Saya tidak terlalu melihat hasil kemarin. Yang pasti besok adalah pertandingan hidup dan mati. Jangan sampai mengecewakan,” ucap Evan.

Sementara itu, pelatih PS TNI, Mustaqim menyebut pertandingan melawan BFC adalah pertandingan dengan gengsi tinggi. Pasalnya, kedua tim banyak dihuni pemain muda yang pernah sama di timnas.

“Yang pasti gengsinya tinggi. Kedua tim banyak pemain muda. Dan banyak alumnus timnas U-19. Semoga pemain bisa melupakan kekalahan yang kemarin dan menikmati pertandingan besok,” jawab Mustaqim.

Meski BFC terus mendatangkan pemain baru, mantan asisten pelatih Persela Lamongan tersebut tak risau dengan materi pemainnya. Mustaqim akan memanfaatkan pemain yang ada saat ini.

“Saya akan maksimalkan yang ada. Dan tetap bermain sesuai karakter kami yang militan,” pungkasnya.

Masuknya Firman Utina di tubuh BFC juga menjadi perhatian khusus. Ia telah menginstruksikan pemainnya untuk bisa meredam permainan Firman di area tengah.

“Dia ada perhatian khusus. Tapi intinya semua pemain berbahaya. Jangan sampai lengah,” jelas Mustaqim.

Selain itu, lemahnya penyelesaian akhir pemain PS TNI juga menjadi poin penting yang harus diperbaiki oleh Mustaqim. “Ini hasil evaluasi. Banyak serangan tapi tidak ada gol. Terutama dari bola umpan langsung ke daerah berbahaya,” Tandasnya.

Kapten kesebelasan, Manahati Lestusen juga akan memaksimalkan peluang yang dimiliki PS TNI agar bisa lolos dari fase grup. Ia juga menyebut besok akan menjadi pertandingan yang panas.

“Peluang empat tim masih terbuka. Kalau kami maksimal, peluang lolos itu masih ada. Dan besok akan jadi pertandingan yang panas juga. Sama-sama prajurit juga. Apalagi main di siang hari, panas juga udaranya,” jawab Manahati. (FM)

(Visited 199 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid