Offside.co.id

Choirul Huda Meninggal Dunia Usai Berbenturan

Senin 16 Oktober 2017 17:15 WIB

Offside.co.id – Awan duka menyelimuti kota Lamongan, Jawa Timur, khususnya klub Persela Lamongan. Klub kebanggaan masyarakat Lamongan itu harus kehilangan salah seorang legendanya, Choirul Huda (38), penjaga gawang tim “Laskar Joko Tingkir”.

Choirul Huda meninggal dunia saat berlaga di lapangan melawan Semen Padang dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Suraja, Lamongan, Minggu (15/10). Meninggalnya Choirul Huda saat bertanding di lapangan pun menjadi pemberitaan di media-media internasional seperti TheSun, BBC, Espnfc.com (Inggris), dan AS.com (Spanyol)

Kemenangan 2-0 yang diraih Persela dalam laga ini berubah menjadi kedukaan ketika para pemain Persela dan juga para pendukung setia La Mania mendapatkan kabar kondisi terakhir Choirul Huda yang dibawa ke RSUD Soegiri. Choirul Huda dibawa ke rumah sakit setelah mendapatkan cedera serius di bagian dadanya usai bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodriguez, saat akan menyelematkan gawangnya dari ancaman pemain lawan. Insiden ini terjadi di menit akhir babak pertama.

Huda sempat mendapat pertolongan pertama dari tim medis di lapangan. Namun langsung dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans mengingat cederanya sangat serius. Huda sempat bergerak, namun kemudian tidak sadarkan diri.

“Tadi masih sadarkan diri dan mengeluh sakit di bagian dada, kemudian tidak sadar,” ujar salah satu tim medis yang membantu evakuasi ke rumah sakit, seperti dilaporkan Antara.

Menurut dokter Spesialis Anastesi RS. Soegiri, Yudistira,  Huda sempat menunjukkan kulit yang memerah, tetapi kondisinya terus menurun. Tidak ada respons dari Huda dalam satu jam pompa jantung dan otak. Tim dokter kemudian menyatakan bahwa Huda meninggal dunia pukul 16.45 WIB.

Menurut diagnosis Yudistira, ada benturan di bagian dada dan rahang bawah Huda. Huda diduga mengalami trauma dada, kepala, dan leher. Di dalam leher, ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak. “Mungkin itu yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan napas,” kata Yudistira, seperti dilansir Kompas.com.

Tidak ada yang menyangka pertandingan Persela melawan Semen Padang yang juga disiarkan langsung televisi itu menjadi penampilan terakhir buat Huda, kiper yang sepanjang kariernyahanya bermain untuk klub kota asalnya, Persela. (KS)

(Visited 49 times, 3 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo