Offside.co.id

Demi Merah Putih

Rabu 9 Agustus 2017 21:08 WIB

Offside.co.id – “DEMI MERAH-PUTIH, apapun kami pertaruhkan! Demi merah-putih, kami siap bertarung! Demi merah-putih, kami akan kobar dan kibarkan gelora perjuangan setinggi-tingginya!”

Itulah kalimat yang susul-menyusul meluncur dari para atlet yang segera akan terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk berlaga di SEA Games ke-29 pada 19-30 Agustus 2017. Semangat dan ketulusan mereka terlihat begitu luar biasa. Beban seolah-olah tidak tampak di wajah-wajah mereka.

Padahal, hingga pelepasan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, Senin (7/8) pagi di istana, hak mereka belum terpenuhi. Ada yang sudah empat bulan belum menerima haknya bahkan ada yang selama tujuh bulan terpaksa berhutang.

“Meski kami sulit, tapi untuk merah-putih, kami siap berjuang maksimal!” kata mereka penuh gelora.

Semangat juang juga diperlihatkan oleh DR. Aziz Syamsuddin, Chief De Mission (CDM) dan Sekertaris CDM, Arsyad Ahmadin dan tim yang lain.

BACA JUGA :   Ini Dia Kunci Kemenangan Senegal!

“Ini untuk negara dan bangsa!” kata Aziz. “Saya dan kita tim CDM akan terus bahu-membahu untuk menjaga dan menyemangati para pejuang olahraga kita itu. Mudah-mudahan target 55 medali emas serta perbaikan peringkat bisa tercapai!” lanjut Aziz.

KONI Pusat, meski tidak terlibat di dalam tim SEA Games, juga bahu-membahu menyambangi para atlet yang sedang dalam persiapan. KONI dengan segala keterbatasannya, memompa semangat para pejuang olahraga nasional itu.

Saat melepas kontingen, Presiden Jokowi berharap Indonesia bisa kembali menjadi juara umum. Sebuah harapan yang tidak keliru tentunya, hanya saja perkembangan dan perjalanan dunia olahraga kita saat ini sedang dalam posisi tidak bagus.

Dualisme antara KONI dan KOI, serta peran Kemenpora yang terkesan membiarkan situasi itu, diakui atau tidak telah menjadi kendala yang tidak kecil. Apalagi masalah dana yang tak kunjung lancar, memaksa banyak program terpaksa dipangkas, mutlak menjadi penghambat.

BACA JUGA :   Inggris dan Belgia Rebut Tiga Poin

Jadi, jika Presiden Jokowi ingin agar olahraga kita bangkit kembali, banyak pemvebahan yang harus dilakukan. KONI dan KOI mutlak harus bersatu  dan satlak prima dikembalikan ke KONI.

Bila kondisi ini tidak segera diperbaiki, maka harapan presiden tak akan pernah jadi kenyataan. Selain itu, presiden hendaknya (hanya saran) mengembalikan olahraga pada ahlinya. Jangan lagi orang-orang yang tidak mengerti justru diberi kuasa untuk menangani olahraga.

Jika hal itu tidak dilakukan, maka Asian Games 2018 di Jakarta, kita hanya akan menjadi tuan rumah belaka.

Demi merah putih  hendaknya olahraga dikembalikan kepada para pemiliknya.

(Visited 90 times, 3 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo