Offside.co.id

Eks Gelandang Lincah Timnas Ipong Silalahi Tutup Usia

Minggu 31 Desember 2017 20:47 WIB

Offside.co.id – Dunia sepakbola Indonesia berduka. Salah satu legenda sepakbola nasional,  Acmadsjah Ipong Silalahi,  yang dikenal dengan Ipong,  Sabtu (30/12) sekitar pukul 21:00 Wib,  meninggal dunia dalam usia 74 tahun.

Mantan gelandang tim nasional Indonesia di era 1960 an itu meninggal tanpa ada keluhan sakit sebelumnya. Menurut salah seorang kerabatnya, almarhum masih tampak sehat sebelum menghembuskan nafas tetakhirnya Sabtu malam di rumahnya, Perumahan Harapan Indah, Bekasi.

Almarhum dimakamkan di TPU Layur, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (31/12) siang setelah lebih dulu dishalatkan di Masjid As-Syuhada, Bekasi. Tampak hadir di rumah duka sejumlah rekan almarhum di antaranya Tumpak Sihite, Bob Hippy, Sarman Panggabean, Yudo Hadianto, serta sejumlah juniornya seperti Junaidi Abdillah, Risdianto, Oyong Liza, Berti Tutuarima, Ricky Yakobi, Asmawi Djambak, Nasir Salasa, serta mantan ketua umum Persija Timur dan mantan manajer timnas Muhammad Zein.

Tempat peristirahatan terakhir almarhum Ipong Silalahi di TPU Layur, Rawamangun, Jakarta Timur (Foto: kesit b handoyo)

Namun, dari pengamatan Offside.co.id, tak nampak seorang pun pengurus PSSI yang hadir melayat ke rumah almarhum maupun ke pemakaman. Padahal di kalangan masyarakat sepakbola almarhum dikenal sebagai sosok panutan yang semasa mudanya kerap membela tim nasional di kancah internasional, serta pemain yang cukup disegani. Jasanya terhadap persepakbolaan nasional terbilang besar.

Semasa jayanya, Ipong yang dilahirkan di Pematang Siantar, 9 Maret 1943 dikenal sebagai gelandang yang tangguh. Kariernya diawali pada tahun 1960 ketika dia menjadi pemain di klub Melati Club, Pematang Siantar.

Setelah empat tahun bermain di klub kota kelahirannya, gelandang mungil namun lincah yang pernah bermain di klub Bintang Utara Medan, ini kemudian membela panji PSMS Medan pada 1964 hingga 1970.

Bakat luar biasa yang dimiliki Ipong membuat pelatih tim nasional Djamiat Dhalhar memanggilnya di tim nasional U-17 tahun 1961. Kala itu Ipong turut memperkuat tim Merah Putih di Kejuaraan Asia. Selain timnas U-17, di tahun yang sama almarhum juga masuk dalam jajaran timnas U-19 di bawah asuhan pelatih Sumarsono dan tampil di kejuaraan junior Asia di Bangkok, Thailand.

Sejumlah rekan almarhum yang melayat ke rumah duka, di antaranya Sarman Panggabean, Tumpak Sihite, Oyong Liza, Ricky Yakobi, dan mantan ketua umum Persijatim, M. Zein. (Foto: kesit b handoyo)

Setahun kemudian, tepatnya 1962, Ipong kembali memperkuat tim nasional Asian Games yang digelar di Jakarta. Ketika itu timnas U-23 dilatih oleh Tony Pocganick. Tim nasional selalu menjadi langganan Ipong Silalahi. Posisinya di timnas nyaris tak tergantikan hingga 1969.

Setelah pensiun menjadi pemain, Ipong kemudian meneruskan kariernya sebagai pelatih. Ia dikenal sangat tegas dan disiplin. Klub-klub ternama seperti PSMS Medan, Mercu Buana, Krama Yudha Tiga Berlian, Bina Taruna, Persiraja, dan Persija Timur pernah ditanganinya. Sedangkan bersama tim nasional, Ipong pernah menangani tim Indonesia Selection tahun 1975 di Merdeka Games.

Almarhum Ipong meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. (KS)

(Visited 250 times, 7 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo