Offside.co.id

FIFA Cabut Sanksi Indonesia, tapi Masih Rawan

Sabtu 14 Mei 2016 11:47 WIB

PRESIDEN FIFA, Gianni Infantino, mencabut sanksi yang diberikan kepada Indonesia dalam kongres FIFA di Mexico City, semalam. Pencabutan sanksi itu dilakuakn beberapa saat sebelum kongres digelar, setelah FIFA mendapat surat dari pemerintah Indonesia. Tapi, kondisi sepakbola Indonesia sesungguhnya masih rawan. Kenapa?

“Beberapa saat lalu sebelum kongres, kami sudah melakukan pertemuan, dan memutuskan sanksi penangguhan terhadap Indonesia dicabut. Pencabutan ini karena pemerintah Indonesia sudah mengirim surat kepada FIFA yang menjelaskan mereka telah mencabut sanksi terkait intervensi pemerintah kepada federasi,” terang Infantino.

“Itu artinya federasi sepakbola Indonesia tidak lagi ditangguhkan dan mempunyai hak yang sama di sini,” terang Infantino yang disambut tepuk tangan riuh peserta kongres.

FIFA selama ini menjatuhkan sanksi berupa pencabutan hak Indonesia berkompetisi dan terlibat dalam kegiatan apapaun di bawah naungan FIFA dan konfederasi di bawahnya seperti AFC dan AFF. Itu terjadi karena Kemenpora di bawah Imam Nahrawi membekukan PSSI dan ingin mengatur tata kelola sepakbola versi pemerintah, bukan versi statute FIFA.

BACA JUGA :   Fans Dynamo Kiev Rasis kepada Pemain Chelsea

Infantino melunak seusai ditemui Ketua tim Ad Hoc FIFA-PSSI Agum Gumelar dan Presiden IOC Indonesia, Erick Thohir, belum lama ini. Agum dan Thohir meyakinkan jika pemerintah siap bekerjasama, sesuai statuta FIFA. Artinya tak akan melakukan intervensi dengan mencabut sanksi berupa pembekuan atas PSSI.

fifa

Potensi Intervensi

Sekalipun sudah dibebeaskan dari sanksi, bukan berarti masalah selesai 100 persen. Intervensi pemerintah yang selama ini dibenci FIFA, masih rawan terjadi. Kuwait, buktinya. Hingga kini sanksi tak dicabut. Sementara bau intervensi Kemenpora masih tercium kuat.

Dalam running text televisi pro pemerintahan Jokowi, Imam Nahrawi masih menuntut kongres luar biasa (KLB) untuk mengganti ketua umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, lawan politik Nahwari sejak di Jawa Timur.

Soalnya, Imam sempat memperingatkan PSSI agar status tujuh klub yang menghadapnya pekan lalu, agar diakui PSSI. Mereka adalah Persebaya 1927, Arema Indonesia, Lampung FC, Persibo Bojonegoro, Persewangi Banyuwangi, Persipasi Kota Bekasi dan Persema Malang. Tujuh klub itu tergabung dalam Asosiasi Klub Sepakbola Indonesia (AKSI).

BACA JUGA :   Gusti Randa Ketua Sementara PSSI

Mereka ingin status sebagai klub untuk ikut kompetisi kembali diakui oleh PSSI sebelum SK pembekuan dari Kemenpora dicabut. “Saya berharap perubahan ini bisa memberikan sesuatu yang berarti dan nyata bagi diakuinya beberapa klub yang dulu dipinggirkan oleh PSSI,” buka Imam.

Jika kengototan Nahnawi soal KLB dan pengakuan ketujuh klub ini tercium FIFA, bukan tidak mungkin lembaga sepakbola dunia itu akan menelaah ulang kebijakan pencabutan sanksi atas Indonesia. Seperti saat tegas mencabut sanksi, Infantino juga akan tegas untuk menjatuhkan sanksi kembali. (SN)

(Visited 54 times, 3 visits today)
Editor: Sigit Nugroho