Offside.co.id

Arema dan PBFC Keluhkan wasit

Minggu 21 Agustus 2016 07:28 WIB

Offside.co.id – Pusamania Borneo FC (PBFC) berhasil meraih tiga poin di kandang Arema Cronus dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. PBFC sekaligus memberikan kekalahan perdana bagi Arema Cronus di kandangnya sendiri.

Arema Cronus lebih dulu tertinggal pada babak pertama melalui gol sundulan Jad Noureddine menit 16 dan gol Jefri Kurniawan menit 37. Pada babak kedua, tim Singo Edan bermain lebih agresif. Striker gaek Cristian Gonzales berhasil mencuri gol sundulan pada menit 46. Arema Cronus sempat menyamakan kedudukan menit 65 dari kaki Gonzales namun sayang gol pemain berjuluk El Loco tersebut dianulir asisten wasit I, Dadang Sutisna karena dianggap offside.

Pelatih Arema, Milomir Seslija mengaku kecolongan dengan dua gol pada babak pertama. Gol PBFC terjadi akibat lemahnya Konsentrasi pemain. “Mereka kehilangan konsentrasi namun pada babak kedua kami bisa bermain lebih baik. Tapi pertahanan mereka juga sama baiknya dengan kami,” ungkap Milo.

BACA JUGA :   Ini Dia Kunci Kemenangan Senegal!

Dianulirnya gol kedua Cristian Gonzales langsung menyulut protes dari pihak Arema. Milomir Seslija mengganggap gol Gonzales sah karena bola lebih dulu menyentuh pemain PBFC.

“Hari ini keputusan wasit lucu. Gol Gonzales seharusnya sah. PBFC hari ini beruntung karena dibantu wasit karena mereka selalu memprotes keputusan wasit,” ujar Milo.

Kapten tim Singo Edan, Raphael Maitimo juga senada dengan Milo. Namun Maitimo lebih memilih tidak banyak komentar dengan keputusan asisten wasit I Dadang Sutisna. “Saya tidak mau banyak komentar. Tapi keputusan asisten wasit lucu. Wasit masih menjadi masalah sepak bola di Indonesia,” ucap Maitimo.

BACA JUGA :   Tahan Brasil, Swiss Ingin Pengakuan Lebih

Dragan Djukanovic, Pelatih PBFC mengaku puas dengan hasil pertandingan ini. “Seperti yang saya bilang, meelawan Arema Cronus merupakan pertandingan yang berat. Saya puas dengan pertarungan pemain di lapangan,” ujar Dragan.

Dragan juga mengeluhkan kepemimpinan wasit. Dragan menilai wasit di Indonesia merupakan masalah utama sepak bola. “Selama saya menjadi pemain dan pelath di beberapa tim Eropa, tidak pernah melihat wasit di Indonesia. Wasit di sini menjadi masalah besar sepak bola Indonesia,” tutup Dragan. (FM)

(Visited 139 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid