Offside.co.id

Arema Pindah ke Stadion Gajayana

Jumat 19 Agustus 2016 08:45 WIB

Offside.co.id – Stadion Gajayana merupakan stadion bersejarah bagi klub Arema Cronus selama bertahun-tahun. Rencananya, Arema Cronus bakal kembali ke stadion tersebut sebagai home base alternatif untuk menggelar pertandingan putaran kedua Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, terlebih jika jam kick off terlalu malam.

Seperti pertandingan pertama putaran kedua melawan Madura United, kick off sesuai jadwal pada pukul 21.00 WIB. Hal ini membuat manajemen mepertimbangkan tawaran Pemerintah Kota Malang untuk mempersilahkan penggunaan Stadion Gajayana dengan segala keringanan pajak dan fasilitas lain yang dibutuhkan Arema.

Namun rencana tersebut harus dipertimbangkan matang-matang. Karena sudah tiga tahun lebih, stadion Gajayana tidak pernah dipakai untuk pertandingan nasional. Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji mengatakan harus menunggu verifikasi dari PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sebagai operator kompetisi ISC.

BACA JUGA :   Jerman Tumbang Setelah 36 Tahun

Sebenarnya, Manajemen Arema sudah melakukan pengecekan kelayakan stadion untuk pertandingan. “Kita sudah bertemu dengan kepala UPTD satdion. Banyak yang sudah berubah. Banyak ruang yang dirubah menjadi kantor Dispora. Kecuali lampu dan rumput, kita tidak tinjau langsung karena itu urusan GTS,” ujar Sudarmaji.

Pihak UPTD sanggup untuk mengembalikan fungsi semula. Selain fasilitas stadion, manajemen Arema harus meemperhatikan aspek lalu lintas dan arus masuk bus tim ke stadion. Karena jika pengalaman pertandingan beberapa tahun lalu, akan menyebabkan kemacetan luar biasa saat ada pertandingan yang digelar di Stadion Gajayana.

BACA JUGA :   Inggris dan Belgia Rebut Tiga Poin

“Hasil tinjauan kita nanti akan diserahkan pada akhir putaran pertama. Agar segera diverifikasi oleh GTS,” imbuh Sudarmaji.

Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija mengungkapkan, butuh banyak renovasi jika Stadion Gajayana digunakan untuk pertandingan, terutama masalah rumput lapangan yang dinilai Milo sangat keras.

“Lapangan di Gajayana sangat keras. Berbahaya bagi pemain, bisa menimbulkam cedera serius. Selain itu, pantulan bola tidak bisa maksimal karena kerasnya lapangan. Banyak juga kekurangan yang lain,” ucap Milo. (FM)

(Visited 699 times, 7 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid