Offside.co.id

ISC 2016, Bergulir dengan PT Baru

Selasa 16 Februari 2016 09:42 WIB

Gelaran Indonesia Super Competition (ISC) 2016 belum jelas kapan akan digulirkan. PT Liga Indonesia, dalam hal ini sebagai operator kompetisi hingga saat ini masih menggodok kompetisi yang dibuat untuk menggantikan Indonesia Super League (ISL) tersebut.

Seperti diketahui, pada Maret tahun lalu, PT Liga harus menghentikan kompetisi ISL dan gagal memutar Divisi Utama karena terganjal izin Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Penyebabnya, karena dua klub Arema Cronus dan Persebaya Surabaya yang dianggap ilegal. Padahal, ISL saat itu telah berjalan hingga pekan ke-dua.

Demi menggulirkan ISC, rencananya klub-klub peserta akan mendirikan perusahaan baru. Belakangan diketahui, terkuak apa nama perusahaan baru tersebut yaitu PT Gelora Trisula Semesta yang juga akan menjadi penyelenggara turnamen Piala Bhayangkara.

PT Liga pun mempersiapkan ISC 2016 secara hati-hati. Pasalnya, rencana untuk membangun atau membuat perusahaan baru guna menjadi pemilik domain ISC berjalan tidak semulus yang diperkirakan.

CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono menuturkan jika persiapan mereka untuk melakukan inisiasi perusahaan baru memang telah selesai. Namun, masalah rencana bisnis menjadi hal yang paling sulit untuk dipersiapkan, mengingat hal ini menghitung aspek komersialnya secara menyeluruh.

“Rencana bisnis menjadi hal yang paling berat. Kita tidak bisa memutuskan tanpa pertimbangan klub-klub. Untuk itu dalam waktu dekat, kami kembali akan melakukan pertemuan dengan klub-klub ISL yang merupakan calon peserta ISC,” katanya.

Selain membicarakan masalah aspek bisnis, pertemuan yang juga akan dihadiri oleh tim Divisi Utama ini juga akan membicarakan masalah pembentukan/pembagian saham dan sebagainya, mengingat tim-tim ISL ini merupakan pemilik saham penuh dari PT Liga yang akan mengasistensi pembentukan perusahaan baru tersebut.

Kendati persiapannya masih belum matang, namun rata-rata klub-klub ISL meyakini jika kompetisi tersebut bisa bergulir kendati waktu persiapan semakin sedikit, mengingat rencananya kompetisi ini baru akan bergulir pada April dan berakhir di November 2016 mendatang.

Beberapa klub ISL memang tengah fokus mempersiapkan tim untuk menghadapi ISC 2016, seperti Barito Putera yang saat ini tengah menyusun kekuatan dengan kembali memanggil pemain-pemainnya.

BACA JUGA :   Fabiano Beltrame Merapat ke Persib?

Klub asal Banjarmasin ini memang memilih vakum pada dua turnamen yang diselenggarakan sebelumnya yaitu Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman. Mereka memilih untuk membubarkan skuatnya ketika tahu sanksi sepakbola datang untuk kompetisi Indonesia.

Namun saat ini manajemen pun bersiap mengumpulkan pemain lagi. Beberapa nama yaitu penjaga gawang Aditya Harlan, Rizky Ripora, Dedi Hartono dan Guntur serta dua pemain muda yang juga mantan pemain Timnas U-19 yaitu Hansamu Yama dan Paulo Sitanggang juga sudah dihubungi.

“Teguh Amirudin sebenarnya masuk skema tim, tapi dia memilih bergabung dengan tim lain. Yang jelas kami akan segera mengumpulkan pemain. Kami juga sudah membooking lapangan Bea Cukai untuk latihan,” ucap Manajer klub Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman.

Rasa optimisme diapungkan Sriwijaya FC yang yakin kompetisi ISC 2016 bisa berjalan. Klub asal Palembang ini berharap pada pertemuan bersama operator nanti didapatkan titik terang terkait persiapan kompetisi ini.

“Saya pikir sudah beberapa alternatif yang disiapkan. Yang saya lihat, animo untuk menggelar turnamen tersebut sangat besar. Saya berharap ISC dapat berjalan mulus,” kata Sekretaris Sriwijaya FC, Achmad Harris.

Persiapan juga turut dilakukan Persib Bandung, Mitra Kukar dan Arema Cronus. Bahkan, klub berjuluk Maung Bandung telah menunjuk pelatih Dejan Antonic dan merekrut beberapa pemain seperti Kim Jeffrey Kurniawan, serta duo serbia Marko Krasic dan Vladimir Vujovic.Paling gres, Maung Bandung mengangkut Syamsul Arif dan Purwaka Yudi.

Mereka akan berbaur dengan beberapa pemain lama yang tak ikut jejak Firman Utina dkk yang hengkang dari Bandung. Antusiasme bobotoh nyatanya tetap tinggi.

Dalam uji coba pertama di bawah asuhan Dejan, beberapa bobotoh ikut mendukung Atep dkk. saat Persib mengalahkan Bali United 3-0 di Stadion I Wayan Kapten Dipta, Gianyar, Bali akhir pekan lalu.

Sementara itu, juara Piala Jenderal Sudirman, Mitra Kukar juga sedang giat-giatnya membangun tim. Bahkan, klub berjuluk Naga Mekes ini melakukan perombakan. Beberapa pemain lawas dipastikan tak akan menjadi bagian skuat yang bermarkas di Tenggarong tersebut. Salah satunya ialah bomber asing, Patrick dos Santos.

BACA JUGA :   Indonesia Dipaksa Akui Ketangguhan Suriah

Selain itu, Rivky Mokodompit, Faizal Rizal, Syakir Sulaiman, Rossi Noprihanis, dan Defri Rizki juga tak bergabung dengan tim. Berbagai alasan membuat mereka meninggalkan Mitra Kukar.

“Ada bermacam-macam faktor terkait kepergian mereka. Seperti Rivky dan Defri yang hengkang ke Semen Padang lantaran ingin mencari suasana baru,” tutur Suwanto, Direktur Operasional Mitra Kukar.

Selain melepas beberapa pemain, Mitra Kukar juga mendatangkan beberapa muka baru. Tak tanggung-tanggung, mereka berjumlah tujuh orang yakni Hendra Bayauw, Zikri Akbar, Fauzan Jamal, Wahyu Kopriana, Mahdi Fahri Albar, Saepulloh Maulana, dan Siswanto. Namun, Wahyu Kopriana dan Fauzan Jamal masih berstatus trial. “Kami tentu optimistis ISC nanti bisa bergulir,” lanjut Suwanto.

Jika melengok kembali persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah, pelaksanaan ISC 2016 diperbolehkan berjalan asalkan tidak berafisiliasi dengan PSSI, termasuk untuk nama kompetisinya. Namun, itu juga dengan catatan perusahaan baru nanti yaitu PT Gelora Trisula Semesta memenuhi verifikasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Andai lolos pun, harus digelar setelah rangkaian turnamen buatan pemerintah, termasuk Piala Bhayangkara yang rencananya akan digulirkan akhir Februari hingga awal Maret mendatang. Jika pemerintah (Menpora, BOPI, serta izin POLRI) memberi lampu hijau, sepintas bagus. Liga bisa jalan, pengangguran agak berkurang.

Tapi mereka tetap seperti tak mempedulikan Merah Putih berkibar atau tidak di event-event internasional. Sebab, semua konfederasi di Asia (AFC/AFF) dan negara anggota FIFA, tak diizinkan menampung Indonesia, baik timnas maupun klub. Ini bagian dari sanksi FIFA pada Indonesia, akibat campur tangan pemerintah berlebihan dalam mengatur FA/PSSI.

Indonesia akan terus dikucilkan sepakbola dunia. Setidaknya, sampai era Presiden Joko Widodo dengan Menpora Imam Nahrowi, selesai. Kecuali jika kedua pemimpin ini berubah pikiran, mau mengakomodasi reformasi sepakbola lewat tim ad hoc bentukan FIFA.

Sebelum rute itu dilalui, juara ISC 2016 juga tak akan kemana-mana. Itu pun kalau ISC 20016 jadi. Kalau untuk bergulir saja susah, sabar saja sampai Pemilu berikutnya.

(Visited 49 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid

You must be logged in to post a comment Login