Offside.co.id

Merasa Dikerjai di Serui, Semen Padang Akan Protes Keras

Sabtu 11 Juni 2016 23:40 WIB

Offside.co.id – Lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 antara Perseru Serui melawan Semen Padang di Stadion Marora, Serui, Sabtu (11/6) malam menyisakan kekecewaan mendalam bagi tim Kabau Sirah. Selain harus kalah 2-0, Semen Padang juga merasa dikerjai oleh wasit Hadiyana yang memimpin pertandingan.

Atas hasil ini, Semen Padang dipastikan akan melakukan protes keras terhadap operator kompetisi, PT Gelora Trisula Semesta (GTS). Kepastian itu ditegaskan Manajer Semen Padang, Suranto ketika dihubungi Offside.co.id.

“Bagi kita kalah-menang soal biasa. Tapi dikerjai terlalu berlebihan terutama oleh wasit membuat kita tak tahan dengan keadaan ini. Jujur saja, sejak penalti yang aneh di menit ke 70 itu, para pemain memang tidak mampu lagi menahan emosi,” ujar Suranto kepada Nofrialdi Nofi Sastera dari Offside.co.id, Sabtu (11/6).

Menurutnya, kesan bahwa Semen Padang sengaja dikerjai tim tuan rumah terlihat sangat kentara dalam pertandingan tersebut. Pasalnya, hampir semua serangan Semen Padang diakhiri dengan keputusan offside.

Tak hanya itu, hampir setiap pelanggaran juga selalu menguntungkan untuk Perseru. Salah satunya penyebab penalti pada menit 70. Menurut Suranto, terlihat jelas pemain Perseru jatuh di luar garis, tapi wasit Hadiyana justru menunjuk titik penalti.

“Tak hanya itu panitia pelaksana pun terkesan tidak siap melayani tamunya. Masa kita diberi mobil untuk latihan berupa mobil Avanza. Sementara untuk pertandingan tadi, kita diberi dua mobil berkapasitas 15 orang. Belum lagi jam pertandingan yang hanya berjarak sekitar satu jam dengan jam berbuka. Padahal kita sudah protes saat technical meeting kita sudah protes. Tapi tetap saja pertandingan dimulai pukul 19.30 WIT,” tambahnya.

Suranto juga meminta kepada GTS agar lebih selektif dalam menetapkan tim yang berhak ikut turnamen, selain juga harus melakukan siaran langsung terhadap semua partai yang ada. Hal itu karena tidak adanya siaran langsung membuat tim tuan rumah bisa seenaknya membuat keadaan semaunya.

“Yang sama-sama kita tahu bahwa ISC ini tidak ada promosi dan degradasi. Lalu kenapa harus ngotot betul menghalalkan segala cara agar tuan rumah menang. Lihat pula kasus Presiden PBFC yang melakukan tendangan kungfu kepada wasit. Jika Semen Padang tadi menang, bisa saja kasus tendangan kungfu terjadi pula dengan wasit yang memimpin pertandingan tadi,” tambah Suranto.

Kekalahan Semen Padang di partai tandang semakin meneruskan tradisi gagal meraih poin di kandang lawan. Dua partai tandang sebelumnya, Kabau Sirah kalah atas Persija dan Bali United FC.

Dalam pertandingan tadi, Perseru mencetak gol lewat gol penalti Arthur Bonai menit 71 serta gol injury time Boas Atururi menit 89. Kemudian di akhir pertandingan ,para pemain Semen Padang melakukan protes keras kepada wasit Hadiyana yang berujung dengan dikartu merahkannya Christhoper Sibi.

(Visited 4.053 times, 2 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid