Offside.co.id

Mesra di Piala Bhayangkara, Surabaya United dan PS Polri Akhirnya Merger

Rabu 13 April 2016 09:48 WIB

Gosip mergernya Surabaya United dengan PS Polri akhirnya menjadi kenyataan. Setelah kebersamaan yang dijalin saat Piala Bhayangkara 2016 dengan banyaknya pemain Surabaya United memperkuat PS Polri, kini finalisasi merger dikabarkan telah tuntas.

Finalisasi proses merger antara Surabaya United dan PS Polri dikabarkan berlangsung di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/4). Pemilik sekaligus CEO Surabaya United Gede Widiade mengaku sulit menolak tawaran merger yang dilakukan Mabes Polri.

Kesulitan itu karena tawaran yang datang begitu menarik. Bahkan tawaran yang diajukan terbilang besar, meski tidak disebutkan berapa nominalnya. Sebagai perbandingan, PS TNI yang pembentukannya diinisiasi Mabes TNI, mengakuisisi Persiram Raja Ampat melalui pihak ketiga dengan nominal sebesar Rp 17 miliar.

Dengan dicapainya kesepakatan merger ini, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk tim bernama Bhayangkara Surabaya United. Mereka pun akan dipersiapkan untuk terjun di turnamen jangka panjang bentukan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) yakni Indonesia Soccer Championship (ISC) yang digelar mulai akhir bulan ini.

Surabaya United sendiri adalah klub yang dibentuk dari PT MMIB. Klub ini dulunya bernama Persebaya Surabaya versi PSSI era Nurdin Halid, kemudian sempat bertahan lama saat konflik ISL dan IPL. Belakangan, tepatnya pada tahun kemarin, Persebaya Surabaya sempat berganti nama jadi Bonek FC, lalu jadi Surabaya United. Namun sekarang ada perubahan yang lebih signifikan, yaitu merger klub tersebut dengan PS Polri.

Sementara PS Polri dibentuk untuk memeriahkan ajang Piala Bhayangkara 2016. Mereka memiliki pemain-pemain terkenal yang direkrut dari klub kenamaan, termasuk meminjam beberapa pemain dari Surabaya United. Namun prestasi PS Polri terhenti di penyisihan grup turnamen tersebut. Sekarang, PS Polri tampaknya serius untuk melanjutkan penampilan mereka dengan tampil di ISC dengan merger bersama Surabaya United.

“Kami sudah sepakat. Sekarang klub ini bernama Bhayangkara Surabaya United,” terang bos Surabaya United, Gede Widiade.

Manajemen Bhayangkara Surabaya United pun akhirnya merilis logo baru tim pada Selasa (12/4) kemarin. Dalam logo anyar ini, tampak percampuran antara logo Mabes Polri dengan logo Surabaya United sebelumnya. Di dalam lambang atau logo Bhayangkara Surabaya United terdiri dari lima warna yang mewakili lima unsur alam, yakni hijau, merah, kuning, putih dan hitam.

“Semua kehidupan di atas bumi ini tidak bisa lepas dari kebutuhan akan energi yang terkandung dalam lima unsur di atas. Dengan mengharmoniskan lima unsur energi tersebut, maka kehidupan yang harmonis dapat terwujud,” tulis manajemen Bhayangkara Surabaya United dalam rilisnya, Rabu (13/4) pagi.

Sementara itu Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tak mempermasalahkan proses merger Surabaya United dan PS Polri. Mereka mempersilahkan dua klub ini merger untuk mengikuti kompetisi ISC 2016.

“Silahkan saja mereka merger. Kami tak ada masalah. Namun, nanti kami tetap memeriksa berkas-berkas legal mereka pada saat verifikasi,” ujar Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho.

Kehadiran PS Polri yang merger dengan Surabaya United tentunya akan memberikan warna tersendiri bagi kompetisi yang diikuti tim tersebut. Sepanjang sejarah kompetisi profesional Indonesia, belum ada partisipan yang berasal dari korps polisi atau tentara.

(Visited 66 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid

You must be logged in to post a comment Login