Offside.co.id

Sah! Kick-Off 29 April, ISC Didukung Sponsor Kakap

Selasa 12 April 2016 10:39 WIB

Setelah beberapa rangkaian turnamen digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi, turnamen jangka panjang akan kembali bergulir. Turnamen bertajuk Indonesia Soccer Championship (ISC) gagasan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) akan mulai kick-off pada 29 April setelah sebelumnya sempat mundur dari jadwal semula yakni 16 April 2016.

GTS selaku operator turnamen menegaskan bahwa pada tanggal tersebut kompetisi akan digelar serentak. Setiap pekan akan ada sembilan pertandingan dengan rincian dua kali di hari Jumat, tiga kali di hari Sabtu, tiga kali di hari Minggu, dan satu kali di hari Senin.

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur PT Gelora Trisula Semesta (GTS), Joko Driyono, selaku operator pertandingan ISC. Pria asal Ngawi itu mengatakan ada beberapa hal yang membuat ISC harus dimundurkan dari jadwal semula, yaitu dari segi persiapan tim peserta.

“Teman-teman peserta tim mendukung pengunduran jadwal ISC dan yang pasti endingnya tetap di tanggal 18 Desember selesai,” terangnya.

Joko menegaskan, pihaknya sudah menemukan sponsor yang mendukung gelaran ISC 2016. Hal itu diutarakannya usai manager meeting dengan klub peserta di Hotel Park Lane, Jakarta, Senin (11/4) malam.

Akan tetapi, Jokdri, panggilan pria yang juga dikenal sebagai CEO PT Liga Indonesia itu, belum mau menyebutkan sponsor yang akan mendukung ISC. Sponsor rencananya baru akan diumumkan Senin (18/4) pekan depan. Nantinya, tambah Jokdri, sponsor tersebut akan melabeli nama kompetisi ISC 2016 tersebut.

Gelaran ISC sendiri akan dibagi menjadi dua, yakni ISC A (diisi klub papan atas ISL) dan ISC B yang akan diikuti klub-klub Divisi Utama atau kasta dua. “ISC A pada akhirnya akan memiliki titel kompetisi yang diumumkan pekan depan dan rencananya Senin titel kompetisi dan siapa sponsor. Barangkali (ISC) ini jadi sebutan dalam seminggu ke depan dan akan ada titel khusus,” terang Joko.

Joko Driyono menyebut bahwa ISC menjadi payung. ISC akan menjadi payung termasuk untuk event Piala Presiden yang akan diselenggarakan oleh PT GTS.

“Ini karena kami punya lima championship di level ISL, Divisi Utama, Liga Nusantara, U-21, dan U-17. Satu lagi yang kami anggap tidak dalam piramida, tapi merangkum semua seperti FA Cup, Piala Presiden. Tapi, Piala Presiden tidak mudah diselenggarakan tahun ini.”

“(Piala Presiden), ya seperti FA Cup, tapi berdasarkan simulasi waktu dan kalau mengejar berakhir di Desember, rasanya berat. FA Cup itu diselenggarakan berdampingan (dengan kompetisi lain) walau pesertanya mengerucut karena menggunakan sistem gugur,” tambah Joko lagi.

Para kontestan ISC pun sudah mulai berbenah dan melakukan persiapan. Semen Padang yang sejak dua pekan terakhir melakoni pemusatan di pulau Jawa terlihat serius menatap turnamen ini. Dalam dua kali uji coba, tim asuhan Nil Maizar berhasil memenangkan seluruh pertandingan diantaranya menang 3-0 dari tuan rumah Madura United dan membantai Persis Solo 6-1 di Solo.

Menurut Nil Maizar, ia memanfaatkan waktu yang ada ini untuk mematangkan kerangka tim. Menurutnya, dengan banyak melakukan uji coba, anak asuhnya bakal kian matang menjelang kompetisi. “Insya Allah, seiring waktu tim ini akan matang dan kian siap,” tandasnya.

Sementara itu manajemen Bali United FC memasang target menempati papan tengah klasemen ISC A 2016 setelah memperlihatkan hasil cukup memuaskan di sejumlah turnamen. Bali United menembus delapan besar Piala Presiden 2015, serta masuk semi-final Piala Bhayangkara. Terakhir, anak asuh Indra Sjafri ini tampil sebagai runner-up Trofeo Persija akhir pekan kemarin.

“Target saya, sebagai tim yang baru satu tahun lebih di Bali, ingin berada di delapan besar klasemen ISC A,” ujar CEO Bali United, Yabes Tanuri.

ISC akan dibuka dengan pertandingan antara tuan rumah Persipura Jayapura melawan Persija Jakarta dan direncanakan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Kembali bergulirnya turnamen jangka panjang yang sedikit menyerupai kompetisi ini tentunya menjadi angin segar bagi pelaku sepakbola di Tanah Air. Hal ini setelah selama setahun lebih banyak pemain menganggur dan mati surinya kompetisi liga Indonesia sebagai buntut pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi.

(Visited 47 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid

You must be logged in to post a comment Login