Offside.co.id

Semen Padang Pertanyakan Kelayakan Perseru

Selasa 14 Juni 2016 09:33 WIB

Offside.co.id – Penegasan Suranto Manajer Tim Semen Padang akan melakukan protes keras terhadap pertandingan timnya melawan Perseru di Serui, ternyata bukan hanya gertak sambal belaka. Melalui sepucuk surat bernomor 247/KRE/KSSP/06.2016, Suranto mempertanyakan kelayakan Perseru menjadi peserta TSC 2016 kepada PT. GTS selaku Pelaksana TSC 2016.

Adapun materi protes tim SP itu selain buruknya kepemimpinan wasit Hadiyana yang didukung tidak adanya liputan langsung televisi pada pertandingan itu, kesiapan Perseru jadi tuan rumah turnamen sekelas ISC ini juga menjadi obyek protes. Sebagai tambahannya, mereka juga melampirkan foto Mobil Bus Mini milik Pemda Papua yang berkapasitas 15 orang yang dipakai untuk antar jemput tim SP pada saat pertandingan.

Direktur Tekhnik PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Iskandar Z. Lubis kepada Nofrialdi Nofi Sastera dari Gila Bolamedia.com di kantor Biro Humas PT. Semen Padang Senin sore (13/6) menegaskan bahwa SP sudah menyampaikan surat protes itu secara resmi ke PT. GTS. “Kemarin sudah kita kirimkan. Pokoknya sebelum 24 jam setelah berakhirnya partai Perseru vs Semen Padang!” tegas Iskandar yang juga Kepala Biro Humas PT. Semen Padang sembari memperlihatkan copy surat protes dimaksud.

BACA JUGA :   Ini Dia Kunci Kemenangan Senegal!

Dijelaskan Iskandar, pada dasarnya siapa pun berhak punya tim sepakbola dan berhak ikut turnamen TSC ini. Namun begitu, sesuai kelasnya sebagai turnamen tertinggi di sepakbola Indonesia saat ini, setiap tim itu tentu harus memenuhi syarat standar keikutsertaan sesuai regulasi yang telah ditetapkan.

perseu yaa

“Ini, jangan kan bicara soal liputan langsung televisi, untuk hal-hal kecil soal pelayanan tim tamu sajasudah tidak terpenuhi. Karena itulah kita mendukung sepenuhnya surat protes itu,” tegas Iskandar.

Sesuai surat yang telah dikirimkan, pada dasarnya ada dua hal yang menjadi obyek protes manajemen tim SP. Pertama soal “berlebihannya” wasit membela tim tuan rumah yang dimungkinkan karena tidak adanya liputan langsung televisi maupun rekaman video partai Perseru vs Semen Padang itu. Hal itu pula yang membuat wasit memberi hadiah pinalti kepada Perseru, meski insiden pelanggaran itu terjadi di luar garis 16 daerah pertahanan SP.

Protes kedua adalah soal ketidaksiapan tuan rumah penyelenggara memenuhi standar pelayanan untuk tim tamu yang bertanding di Serui. Salah satunya tidak bisa menyediakan mobil yang layak untuk tim SP yang rombongannya berjumlah 27 orang. Sehingga untuk menuju lapangan pertandingan, tim harus terpisah pada dua mobil bus mini yang disediakan panitia. Hal mana ini tidak sesuai dengan regulasi ISC-A 2016 Pasal 39 Ayat 4

BACA JUGA :   Rusia Amankan Tiket Putaran Kedua

“Seperti yang kami baca di gilabolamedia.com berdasarkan wawancara dengan Suranto Manajer Tim SP,sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa kita jadikan bahan protes. Misalnya soal mobil Avanza yang diberikan untuk mengantar tim SP latihan ujicoba lapangan, juga jam pertandingan yang terlalu dekat dengan jam berbuka puasa, serta sangat lambatnya penyerahan hasil laporan pertandingan yang baruditerima tim SP besok hari setelah pertandingan. Tapi ya sudahlah. Yang penting inti protes kita sudahjelas di surat itu,” tambah Iskandar.

Ke depan Iskandar berharap agar siapa pun yang nanti akan menjadi pengelola kompetisi atau turnamensebesar TSC ini, perlu lebih tegas terhadap regulasi menyangkut kesiapan sebuah tim ikut serta. “Sekali lagi, tidak ada niat kami merendahkan tim Perseru atau kemampuan Pemda Papua Barat sebagai pemilik Perseru. Tapi yang Kami harapkan adalah ketegasan dan kejelian pengelola turnamen atau kompetisi ini untuk menjadikan sebuah tim bisa menjadi peserta,” tegas Iskandar. NS

(Visited 839 times, 2 visits today)
Editor: Nofi Sastera