Offside.co.id

Zulkarnaen, Pelaku dan Saksi Kebesaran Persib

Senin 6 Juni 2016 14:52 WIB

Offside.co.id – NAMA aslinya Zulkanaen. Biasa dipanggil Pak Jun. Sejak tahun 2001, pria bekepala pontos ini telah menjadi bagian dari kebesaran Persib Bandung. Ia dipercaya sebagai pembantu umum. Namanya pun selalu tertulis di official team. Tak heran jika Pak Jun sering dianggap sebagai salah satu saksi hidup kebesaran Persib. Terutama perjalanan Maung Bandung selama 16 tahun terakhir.

Tugas utama Pak Jun adalah membantu keperluan tim. Baik saat latihan maupun pertandingan. Ia yang menyiapkan segalanya. Mulai dari kebutuhan bola, perlengkapan pemanasan untuk pemain, hingga sepatu pemain.

Saat berbincang dengan Offside.co.id di mess Persib, Pak Jun menceritakan pengalamannya selama menjadi bagian penting di Persib. Beragam kisah suka dan duka, sudah ia rasakan. Ada yang berkesan, tak sedikit pula yang membuatnya seperti trauma. Tapi, ia mengaku sangat menikmatinya.

“Kalau ditanya suka dukanya lebih banyak sukanya, emang duka juga ada tapi sukanya lebih banyak,” katanya sambil tersenyum. “Enak bisa keliling Indonesia. Melayani pemain dan pelatih,” lanjutnya.

Pada tahun 2014, Maung Bandung menyabet gelar juara ISL. Setahun berikutnya Persib meaup gelar juara Piala Presiden. Dua peristiwa penting itulah yang dinilai Pak Jun paling indah dan berkesan. “Soalnya kan sudah lama Persib tidak juara. Itu yang tidak bisa dilupakan, bisa angkat tropi bareng-bareng di lapang sama pemain dan pelatih. Lalu disaksikan jutaan bobotoh,”ujarnya, penuh bangga.

Selama menjadi pembantu umum di tim ini, Pak Jun dekat dengan banyak pelatih. Mulai dari Indra Tohir, Jaya Hartono, Antonio Juan Paez, Marek Andrez Sladzianoswky, Jajang Nurjaman sampai dengan Dejan Antonic.

“Kalau pelatih yang bagus pendekatan ke pemain hampir semua sama tapi Juan Paez dan Jajang Nurjaman sepertinya lebih paham ke pemain,”katanya pada kepada Restu Nugraha dari Offside.co.id.“Kalau Jajang, penuh keburuntungan, sebagai pemain, asisten dan pelatih semuanya pernah juara, sukses.”

Lebih lanjut, Pak Jun juga menceritakan perbedaan bobotoh zaman dulu dan sekarang. Katanya, bobotoh dulu tuntutannya harus menang saat bermain di kandang. Jangankan kalah, hasil seri saja, bus tim enggan keluar lapangan.

“Saya masih ingat kalau gak salah tahun 2004. Kita kalah, begitu keluar, bus langsung dilempar. Ada yang tiarap di bus, ketakutan,” ujar dia. “Kalau sekarang  bobotoh sudah dewasa, santun bahkan kreatif,” pujinya.

Pak Jun alias Zulkanaen mungkin hanya dikenal di internal tim. Meski begitu, dia terbukti telah menjadi saksi hidup perjalanan panjang Persib Bandung selama 16 tahun terakhir.

BERITA MENARIK LAINNYA :

Cristian Gonzales: Saya Siap Memakai Baju Anti Peluru

Tugiyo: Saya Kecewa dengan PSIS

7 Peraturan Baru FIFA, Bisa Tahu Warna CD Pesepakbola Wanita!

(Visited 177 times, 8 visits today)
Editor: Hanif Marjuni