Offside.co.id

Kamboja dan Indonesia Sesalkan Kelakuan Marinus

Jumat 25 Agustus 2017 16:36 WIB

Offside.co.id – Tindakan striker timnas Indonesia Marinus Mariyanto Wanewar disesalkan pelatih timnas Kamboja, Vasconcellos Andrade Vitorino. Ia meminta pemain nomor punggung 24 yang dinilai sebagai pemicu keributan seusai laga Indonesia vs Kamboja, di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, diedukasi.

“Pemain nomor 24 (Marinus) saya lihat punya kualitas, Tapi saya yakin pelatih akan menghukumnya atau melakukan sesuatu. Semuanya dimulai dari sini. Saya kira banyak kamera merekamnya,” kata pelatih Kamboja seperti dikutip Antara..

Dampak dari apa yang dilakukan oleh Marinus, usai pertandingan sempat terjadi keributan. Pemain dan official Kamboja terlihat tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh pemain Indonesia itu.

BACA JUGA :   Iniesta dan Torres Pensiun dari La Liga

Pelatih timnas Indonesia Luis Milla bahkan, untuk menenangkan Marinus di saat pemain dan official Kamboja mendekatinya,  terlihat mendekap pemain asal Papua itu untuk menuju ruang ganti.

Setelah mereda, pemain Indonesia lainnya langsung menemui suporter yang dengan setia mendukung timnas Indonesia. Sedangkan pemain Kamboja langsung menuju ruang ganti. Namun, sebelum masuk terlihat saling tunjung dengan suporter Indonesia.

Apa yang dilakukan Marinus ternyata menjadi perhatian Luis Milla. Bahkan mantan pelatih timnas Spanyol U-21 itu meminta maaf atas kelakuan salah satu anak asuhnya itu.

“Saya sangat sedih dengan apa yang dilakukan (Marinus). Sebagai pemain timnas seharusnya bisa membawa nama daerah maupun negaranya. Saya juga tidak mengerti kenapa dia memprovokasi,” katanya usai pertandingan.

BACA JUGA :   Iniesta dan Torres Pensiun dari La Liga

Pihaknya tidak ingin apa yang dilakukan oleh Marinus terulang dan Luis Milla berharap kedepannya jauh lebih bagus terutama dalam kemajuan timnas Indonesia.

Sementara itu, Marinus Wanewar saat dikonfirmasi mengaku tidak akan mengulangi apa yang telah dilakukan saat timnas Indonesia melawan Kamboja yang selanjutnya dinilai menjadi pemicu keributan. (KS)

 

(Visited 68 times, 1 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo