Offside.co.id

Ketidakkonsistenan Jadi Penyakit Kronis PSSI

Jumat 30 Juni 2017 17:17 WIB

Offside.co.id – PSSI bikin kejutan usai lebaran. Tanpa bicara dengan peserta Gojek Traveloka Liga 1 2017, organisasi yang dipimpin Letjen Edy Rahmayadi itu seenaknya mengubah regulasi kompetisi. PSSI meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator mengubah regulasi pergantian pemain dari lima kembali menjadi tiga pemain. Selain itu, pemain pengganti yang ada di bangku cadangan juga kembali ke tujuh pemain dari sebelumnya sembilan pemain.

Alasan yang dijadikan patokan adalah telah terbentuknya timnas U-23 yang akan mengikuti kualifikasi Piala AFC U-23 dan SEA Games 2017. Kewajiban klub menurunkan tiga pemain U-23 minimal 45 menit pun tidak diberlakukan lagi terhitung mulai 3 Juli 2017 sampai berakhirnya SEA Games 2017 pada 30 Agustus 2017. PT LIB lewat suratnya tertanggal 29 Juni 2017 yang ditandatangani Direktur Utama Berlington Siahaan menambahkan aspek fairness kompetisi mengingat jumlah pemain yang dipanggil ke timnas U-23 tidak merata, dan untuk menjaga kualitas serta popularitas kompetisi sebagai alasan aturan itu dicabut!

“Entah ini hadiah lebaran atau lelucon. Regulasi kompetisi seenaknya diganti di tengah jalan. Bila semua bisa diubah semaunya buat apa ada regulasi?,” kata Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer #SOS dalam rilisnya yang diterima Offside.co.id, Jumat.

“Konsisten untuk tidak konsisten dalam penerapan regulasi. Mungkin inilah kehebatan kompetisi sepak bola Indonesia dibandingkan negara lainnya yang ingin dijaga. Mau dibawa kemana sepak bola kita?” lanjut Akmal.

BACA JUGA :   Indonesia Bukan Cuma Menang, Tapi...

Tidak konsistennya PSSI dan LIGA dalam menerapkan regulasi adalah penyakit kronis sepak bola nasional yang sudah akut. Sejak tahun 2008 ketika FIFA dan AFC mensosialisasikan Lisensi Klub Profesional dengan lima aspeknya (Legalitas, Infrastruktur, Keuangan, Supporting, dan Sumber Daya Manusia), sepak bola Indonesia selalu bersikap acuh. Akhirnya, kompetisi sepak bola nasional jalan di tempat.

“Bila sejak 2008 sepakbola Indonesia konsisten dan komitmen terhadap aturan, kompetisi kita sudah setara J-League Jepang dan Australian League,” kata Akmal.

“Tapi, kita lebih memilih untuk menabrak semua aturan demi kepentingan-kepentingan sesaat yang kadang tak masuk akal. PSSI lebih senang dengan kontroversi daripada prestasi. Sayangnya Pemerintah dalam hal ini (Kemenpora) melalui BOPI sebagai pengawas olahraga profesional seperti sudah kehilangan kekuatan untuk memberikan teguran dan peringatan,” Akmal menambahkan.

Sejatinya, pergantian pemain dari tiga kelima di awal musim sudah menjadi kotroversi. Maklum, kebijakan itu melanggar Law of The Game FIFA yang dikeluarkan The International Football Association Board 2016/2017. Dalam peraturannya terkait Kompetisi Resmi (Official Competitions), FIFA menyatakan “A maximum of three substitutes may be used in any match played in an official competition organised under the auspices of FIFA, confederations or national football associations.” (Maksimal tiga pergantian pemain yang bisa dilakukan dalam satu pertandingan pada kompetisi resmi yang digelar di bawah kendali FIFA, Konfederasi, maupun Asosiasi Sepak Bola Nasional”.

BACA JUGA :   Gasak Barca Lagi, Madrid Juara Piala Super Spanyol

Pada bagian penjelasan (explanation) juga dipaparkan bahwa “FIFA, confederations, and national football associations can allow up to maximum of five substitutes in all competitions except at the highest level.” (FIFA, Konfederasi, dan Asosiasi Sepak Bola Nasional boleh mengizinkan maksimal lima pergantian pemain di semua kompetisi kecuali di level tertinggi.”

“PSSI juga telah melanggar statutanya sendiri. Di pasal 8 Statuta PSSI tentang Law of The Game disebutkan PSSI dan tiap anggotanya melangsungkan permainan sesuai dengan Law of the Game yang dikeluarkan oleh IFAB,” kata Akmal.

FIFA sendiri melalui suratnya saat PSSI mengajukan pergantian pemain dari tiga kelima di awal musim tidak dalam posisi merestui. Mereka meminta PSSI mengajukan proposal untuk dikaji tim dari FIFA yang akan turun langsung mengawasi rencana tersebut. (KS)

 

(Visited 90 times, 2 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo