Offside.co.id

Klub Liga 1 Tolak Marquee Player, Ada Apa?

Kamis 23 Maret 2017 08:22 WIB

Offside.co.id – Soal regulasi adanya marquee player di Liga 1 2017, masih memunculkan pro dan kontra. Beberapa klub meminta regulasi tersebut ditinjau ulang dan PSSI kembali menerapkan regulasi normal terkait kuota pemain asing, yakni 3+1.

Sriwijaya FC misalnya. Laskar Wong Kito ingin peraturan soal perekrutan pemain asing dikembalikan seperti semula. Tidak dibedakan pemain asing yang masuk kategori bintang atau tidak.

Menurut sekretaris PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid, banyak klub mengeluh adanya regulasi 2+1 yang sudah disimulasikan di Piala Presiden 2017 lalu. Tapi, mendadak kuotanya bertambah satu dengan jabaran 2+1+1 bagi tim yang punya marquee player.

Nah, regulasi tersebut diprotes klub dan minta PSSI tetap memakai format 3+1.“Mau pakai regulasi marquee player atau bagaimana bebaskan saja. Terpenting regulasi 3+1 agar semuanya normal tidak memberatkan klub lain. Saya bukan bicara Sriwijaya FC, kami bisa cari marquee player. Tapi, bagaimana dengan klub lain yang tidak bisa? Pastinya laga tidak akan berjalan imbang. Apabila format 3+1 dibebaskan tanpa harus marquee player itu lebih ideal,” ujar Faisal.

Hal yang sama juga diutarakan pengelola Persija Jakarta yang baru, Gede Widiade. Ia menilai kebijakan marquee player hanya akan menguntungkan klub kaya. Sedangkan klub dengan finansial biasa saja, akan kesulitan.

“Memang, tak ada yang melarang jadi kaya, termasuk klub. Tapi aturan dengan membebaskan klub kaya bisa membeli marquee player terlepas dari kuota pemain asing, rasa-rasanya mengabaikan prinsip kesetaraan,” terang Gede.

Jika orientasinya pada konsisi finansial klub, keberadaan marquee player, bisa jadi memunculkan ‘kesenjangan.’ Tidak semua klub mampu mendatangkan pemain bintang berbanderol mahal. Tapi jika urusannya sisi intertainment dan transfer pemahaman sepak bola dalam jangka waktu yang lama, marquee player bisa jadi solusinya. Kini kebijakan cerdas harus ditentukan PSSI, pilih yang mana?

(Visited 658 times, 3 visits today)
Editor: Hanif Marjuni