Offside.co.id

Nilai Tertinggi Pemain Persib Cuma Hak Vujovic?

Selasa 7 Februari 2017 11:40 WIB

Offside.co.id – Laga Persib vs PSM di Stadion Jalak Harupat, Bandung (6/2/2017) yang berakhir 1-0 meninggalkan tanya. Benarkah hanya Vladimir Vujovic peraih nilai tertinggi?

Dari 14 pemain yang diturunkan pelatih Djadjang Nurdjaman,  hanya Kim Jefry Kurniawan yang tak dihitung dalam penilaian. Soalnya, ia tampil kurang dari 30 menit, yakni masuk di menit ke-82 menggantikan Erick Weeks Lewis. Status nilainya sama dengan pemain cadangan yang yang tak dimainkan, yakni M. Natshir (kiper), Wildansyah, Atep, dan Angga Febriyanto. (SN)

 

Berikut Nilai Mereka:

I Made Wirawan (Nilai: 7 ). Performa Made secara umum baik. Bukti tersahih, gawangnya clean sheet. Ia beberapa kali menggagalkan tembakan Rasyid Bakri dan Hamka Hamzah. Penempatan posisi Made juga bagus.

Achmad Jufriyanto (Nilai: 6,5). Sebagai stopper pria yang akrab disapa Jupe ini lumayan disiplin. Ia bisa memotong serangan lawan yang bocor dari sektor gelandang, juga menghalau bola-bola sayap, sekalipun beberapa juga ada yang lepas.

Vladimir Vujovic (Nilai: 8). Mencetak gol (apalagi penentu kemenangan), jelas poin tersendiri. Namun selain itu, kehadiran Vujovic di jantung pertahanan membuat kubu Persib tenang. Dia sekaligus juga solusi tiap kali striker Maung Bandung mandul. Gol Vujovic lewat sundulan pada menit 59 bukti, ia pintar mencari timing yang pas.

Tony Sucipto (Nilai: 7 ). Tugas Tony di lini belakang pada awalnya luar biasa. Kematangan dan pengalaman membuatnya tak mudah panik tiap kali diserang. Tony juga cepat membaca permainan, dengan mengalirkan bola saat tim melakukan serangan balik.

Henhen Herdiana (Nilai: 6,5). Sekalipun tidak istimewa sekali, penampilan pemain muda seperti Henhen jelas menjadi sorotan bobotoh yang memadati stadion. Ia cukup tenang saat menguasai bola, dan agresif kala merebut atau memutus gerakan lawan.

Supardi (Nilai: 7). Masuk di babak kedua menggantikan Henhen, pemain senior yang biasa beroperasi di sektor sayap tampil luwes, tidak canggung. Kehadirannya meningkatkan daya dobrak Persib. Bisa jadi, ia akan jadi starter jika tidak ada kewajiban kuota pemain muda.

Hariono (nilai: 6,5). Sebagai kapten, Hariono memang dipercaya kawan-kawannya. Meladeni PSM yang tampil keras, Hariono sudah terbiasa. Perpaduan antara kontrol dengan nyali acapkali tak seimbang. Kartu kuning pun menghampiri.

Gian Zola (Nilai : 6,5). Tekanan masuk sebagai starter juga dialami Zola. Pemain Persib Junior ini sebenarnya sudah sempat disisipkan musim lalu, tapi kali ini berbeda. Tampil di laga perdana, kinerja sebagai gelandang relatif baik.

Dedi Kusnandar (Nilai: 7,5). Masuk menggantikan Zola, sesungguhnya Dedi layak dipuji. Ia aktif menggempur tim Juku Eja. Salah satu tendangan sudutnya jatuh di arena yang disukai Vujovic. Sekali tanduk, gol. Satu assist dan kontribusi aktif, layak membuatnya untuk dipuji.

Erick Weeks Lewis (Nilai: 6). Ekspetasi terhadap gelandang impor ini sebenarnya sangat tinggi. Sekalipun tak harus persis sekelas Makan Konate (bintang asing Persib terdahulu), bobotoh berharap Erick bisa menjadi nyawa di sektor tengah. Secara umum, ia belum bisa beradaptasi, meskipun skill-nya lumayan bagus. Erick diganti Kim Jeffry Kurniawan di menit 82.

Shohei Matsunaga (Nilai: 6,5). Sempat melepaskan tendangan atraktif, performa Matsunaga cukup menjanjikan, sekalipun belum seratus persen. Namun setidaknya ia tidak canggung tampil di laga perdana, dan bisa memberi warna bagi Maung Bandung.

Febri Hariyadi (Nilai: 7). Tusukan khas Febri beberapa kali berhasil membuat pertahanan PSM kocar-kacir. Sekalipun tidak membuat gold an assist, aksi Febri mendapat sorotan khusus para pemain belakang Juku Eja.

Serginho van Dijk (Nilai: 6,5). Daya gedor SvD sudah diakui. Skill bagus, power juga oke. Sayangnya tidak semua paham keinginannya. Secara kolektif ia cukup bagus dalam membangun serangan, sekalipun harus agak egois, khas striker.

(Visited 16.903 times, 7 visits today)
Editor: Sigit Nugroho