Offside.co.id

Mandat Hinca Pandjaitan Dicabut K-85

Jumat 14 Oktober 2016 14:51 WIB

Offside.co.id – Polemik PSSI makin melebar. Kali ini, persoalan pelik bukan hanya pada lokasi kongres yang belum pasti. Namun sudah mengarah pada keretakan di internal. Hal itu ditandai dengan pernyataan sikap kelompok 85 yang mencabut mandat jabatan pelaksana tugas ketum PSSI dari Hinca Pandjaitan.

Pencabutan itu dilakukan lantaran K 85 kecewa dengan sikap Hinca. Klaim PSSI yang disampaikan Hinca bahwa bahwa kesepakatan terkait venue Kongres 17 Oktober mendatang di Jakarta adalah tidak benar, membuat pemilik suara mayoritas kecewa berat.

GH Sutedja, juru bicara K-85 mengakui saat ini sedang bahwa mereka telah membuat surat resmi dari pemilik suara mayoritas untuk mencabut kesepakatan terkait Hinca sebagai Plt Ketum PSSI.

“K-85 menolak saudara Hinca sebagai Plt Ketum PSSI. Mulai detik ini, K-85 mencabut mandat kita. Kami yang tetapkan Hinca itu sebagai Plt Ketum, sekarang kami tarik mandat itu, dia bukan lagi Plt Ketum PSSI,” kata Sutedja kepada wartawan, Jumat (14/10).

Berikut pernyataan resmi K 85

  1. Bahwa Anggota Voter Pok 85 PSSI menarik mandat yang telah diberikan kepada Sdr. Hinca Panjaitan selaku Plt. Ketua Umum PSSI yang kami berikan Mandat pada saat Kongres PSSI Tgl 3 Agustus 2016 di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara.
  2. Bahwa sdr. Hinca Panjaitan sudah tidak mau mendengar lagi saran dan Rekomendasi dari Anggota voter Pok 85 PSSI dan Rekomendasi Pemerintah/Menpora,
  3. Sdr Hinca Panjaitan sudah bertindak atas nama Organisasi PSSI tapi sudah tidak mendengar saran dan masukan kami sebagai pemilik suara sah Anggota PSSI yang berjumlah 92 voter Anggota PSSI.
  4. Bahwa kami Voter Pok 85 tetap mendukung sepenuhnya Rekomendasi Pemerintah Kongres PSSI 17 Oktober 2016 di Jakarta.
  5. Bahwa kami menarik Mandat yang telah kami berikan kepada sdr. Hinca Panjaitan sebagai Plt.Ketua Umum PSSI, demikian siaran Press Release dari Sekretariat Anggota PSSI Voter Pok 85.
(Visited 348 times, 2 visits today)
Editor: Hanif Marjuni