Offside.co.id

Menguak Lingkaran Sponsor Klub Sepakbola Indonesia

Sabtu 7 Januari 2017 19:00 WIB

Offside.co.id – Sepakbola Indonesia terus menggeliat. Kendati lebih banyak diselimuti awan duka dan beragam persoalan, gemuruh olahraga paling populer sejagat ini tetap tak pernah berhenti. Perkara gemuruh positif atau negatif itu soal lain. Yang pasti semua itu telah menjadi warna tersendiri sepakbola negeri ini.

Sepakbola memang seksi. Saking seksinya banyak orang berebut dan ingin menjadikannya sebagai panggung. Sekalipun kondisinya terkadang tak bersahabat, hasrat orang untuk terlibat ke dunia sepakbola Indonesia tetap tinggi. Akibatnya tidak jarang terjadi perebutan kekuasaan bahkan gontok-gontokan yang berimbas pada kekisruhan dan polemik.

Kemdati kerap dilanda polemik organisasi, tidak mengurangi minat orang untuk masuk ke PSSI. (Foto: Offside/Hanif Marjuni)

Kemdati kerap dilanda polemik organisasi, tidak mengurangi minat orang untuk masuk ke PSSI. (Foto: Offside/Hanif Marjuni)

Simak saja ketika sepakbola Indonesia (baca: PSSI) akan menggelar pemilihan pemimpin baru, banyak sosok mulai dari yang sudah dikenal, baru dikenal sampai yang belum dikenal berbondong-bondong mendaftarkan diri. Sadar atau tidak magnet yang dimunculkan sepakbola telah menarik berbagai kalangan untuk ikut “bertanding”. Soal terpilih atau tidak urusan nanti.

Pastinya banyak hal yang bisa dibuat dalam sepakbola mulai dari aspek permainan sampai bisnisnya. Jika digarap secara serius potensi bisnis sepakbola Indonesia sangat besar. Sektor inilah yang membuat orang-orang berduit mulai melirik untuk menjadikan sepakbola sebagai lahan bisnis yang basah.

BACA JUGA :   Persija Berhasrat Raih Kemenangan Kedua

BACA JUGA Edy Curi Start, Moeldoko Tiarap

Basis massa atau pendukung klub sepakbola adalah potensi pasar yang menggiurkan. Coba tengok klub-klub ternama dunia seperti Real Madrid, Barcelona di Spanyol, Manchester United, Chelsea di Inggris, Juventus, AC Milan di Italia, atau Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund di Jerman yang sukses meraup keuntungan besar dari ladang ini. Dengan pengelolaan yang baik dan profesional, klub-klub ini terus memupuk pundi-pundi hartanya.

Seperti halnya negara-negara maju yang sudah menjadikan sepakbola sebagai industri, sepakbola Indonesia pun sebenarnya juga diarahkan menuju ke sana. Sayangnya, entah karena ketidakmampuan pengurus di setiap rezimnya, gerak menciptakan sepakbola menjadi industri sangat lambat.

Antusiasme suporter sepakbola Indonesia tatkala mendukung tim nasional. (Foto: Republika)

Antusiasme suporter sepakbola Indonesia tatkala mendukung tim nasional. (Foto: Republika)

 

Berawal dari Persib

Kini, geliat ke arah sana sudah mulai terasa. Ini bisa dilihat dengan mulai masuknya berbagai sponsor ke klub-klub peserta Liga Indonesia. Walaupun sepakbola Indonesia dan juga klub-klub anggotanya belum berada dalam kondisi sehat pasca dicabutnya sanksi FIFA, namun klub mulai hidup dan mulai mampu menarik sponsor.

Sebut saja Persib Bandung. Sejak klub berjuluk “Maung Bandung” ini dikelola secara profesional di bawah bendera PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) tahun 2009, kini Persib nyaris tak memiliki persoalan dengan pendanaan. Bahkan, Persib bisa disebut sebagai klub paling sehat dari sisi keuangan dibandingkan klub-klub lainnya.

BACA JUGA :   Tumbal Liga Europa, Musim Ini Tamat buat Ibra dan Rojo

PT. PBB sendiri berisikan sejumlah pengusaha ternama seperti Glenn Timothy Sugita, Erick Tohir, dan Pieter Tanuri. Sehatnya pengelolaan keuangan Persib tidak terlepas dari hadirnya sponsor-sponsor besar di Indonesia.
Dari hasil penelusuran Offside.co.id, ada sejumlah nama yang tidak asing lagi di dunia ekonomi Indonesia di balik perusahaan-perusahaan yang pernah mensponsori Persib. Kiki Barki, misalnya. Melalui perusahaannya Harum Energy, ia menjadi salah satu sponsor Persib. Ada pula Samudera Energy, milik Patrick Waluyo, juga menjadi salah satu sponsor Persib pada tahun 2011.

Bersama Patrick Waluyo, Presiden Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn T Sugita, mengelola PT North Star Pacific (NSP). PT NSP merupakan perusahaan investasi serta pengelolaan uang yang juga pernah mengakuisisi 35 persen saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Bakrie Group senilai 1,3 miliar dolar AS pada 2008, juga mensponsori Persib.

pemain-pemain Persib Bandung merayakan kemenangan. (Foto: Offside/Bakhtiar Majid)

pemain-pemain Persib Bandung merayakan kemenangan. (Foto: Offside/Bakhtiar Majid)

Bersambung….

BERITA MENARIK LAINNYA 

Persib Bandung, Teladan atau Anak Emas?

Joko Driyono: Boleh Saja Punya Dua Klub, Asalkan…

Pieter Tanuri: Misi Kami Murni Bisnis

(Visited 16.302 times, 181 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo