Offside.co.id

Ovan Tobing: AK Adalah Kiper yang Ajaib

Selasa 10 Januari 2017 21:32 WIB
Offside.co.id – Meninggalnya kiper Arema FC, Achmad Kurniawan menjadi kabar duka bagi dunia sepakbola kota Malang. Salah satu legenda Aremania, Ovan Tobing menuturkan kenangannya bersama AK, sapaan akrab Achmad Kurniawan, saat masih hidup.
Bagi Ovan, AK merupakan kiper yang ajaib dan Istimewa. Meski posisinya secara perlahan tergeser, AK tidak pernah komplain. Dan ketika Arema membutuhkan sosok kiper yang tangguh kala di tinggal Kurnia Meiga yang memperkuat timnas, AK muncul sebagai kiper yang siap secara mental.
“Dia kiper yang ajaib. Istimewa. Dia tidak pernah komplain ketika dari kiper utama ke kiper kedua dan juga bergeser ke kiper ketiga. Dan saat Arema butuh kiper, AK yang palin siap. Lihat saja pertarungan di pertandingan ISC. Dia tampil di usia terbaik dan kiper terbaik yang pernah saya lihat,” ujar Ovan Tobing.
Pria yang berprofesi sebagai penyiar radio tersebut melanjutkan, meski di plot sebagai kiper ketiga Arema, ia tampil layaknya kiper utama tim. Ovan menilai AK merupakan pemain yang loyal terhadap Arema. Ia pun juga merasakan keakraban yang dijalin oleh AK. “Dia pernah bilang dengan saya ketika Arema bermain tidak sesuai karakter malang, Om marahi pemain om, ini bukan kita ini bukan arema,” cerita Ovan.
Dengan caranya, lanjut Ovan, ia menjadi lebih dari Arema. Kini, AK telah tiada. Ovan pun mengucapkan terim kasih atas perjuangan AK di bawah mistar gawang Arema. “Dia telah berjuang di bawah mistar arema. Dan kini ia berjuang untuk nyawa dan hidupnya. Tapi tuhan sudah menentukan. Terima kasih untuk seorang Achmad Kurniawan,” tegas dia.
Sementara itu Sudarmaji, Media Officer Arema FC mengatakan jenasah AK akan di bawa kerumah mertuanya di Singosari untuk di sholatkan terlebih dahulu. Kemudian melalui jalan darat, jenasah langsung di berangkatkan ke Jakarta untuk di kebumikan. “Jadi sekarang di bawa ke Singosari, rumah mertuanya, untuk di sholatkan di masjid terdekat. Setelah itu langsung di bawa ke Jakarta,” ucap Sudarmaji.
 
Keputusan tersebut merupakan permintaan dari pihak keluarga. Manajemen telah menawarkan bantuan untuk membawa jenasah AK sampai Jakarta. “Ini permintaan keluarga. Kami manajemen telah menawarkan jalur darat atau udara. Tapi keluarga minta darat. Itu mungkin pendapat spiritualnya,” lanjutnya.
Achmad Kurniawan di kabarkan meninggal pada pukul 17.00 WIB oleh dokter RSSA setelah menjalani 12 hari perawatan intensif dari tim dokter. “Dokter sudah berusaha dengan baik. Mohon doanya untuk AK. Dia sudah puluhan tahun di Arema, semoga Khusnul khotimah,” tutupnya.
(Visited 1.062 times, 16 visits today)
BACA JUGA :   Mourinho Bersyukur MU Imbangi Liverpool
Editor: Hanif Marjuni