Offside.co.id

Ovan Tobing Bangga Menjadi Arema

Jumat 12 Agustus 2016 13:08 WIB

Offside.co.id – Kemarin malam (11/8) di kantor Arema Cronus, digelar syukuran ulang tahun Arema Cronus ke-29. Tidak ada yang spesial di acara seremonial tersebut, hanya launching buku ‘Buka-Bukaan Arema’ dan potong tumpeng. Namun cerita menggelar dari Ovan Tobing yang menumpahkan rasa bangga menjadi Arema.

Publik Malang pasti tahu sosok Ovan Tobing, seorang tokoh senior Aremania. Malam itu (11/8) Ovan mencerita perjuangan Arema yang dulu tidak dikenal hingga saat ini berusia 29 tahun.

“Nama Arema ini kita meminjam dari orang Malang. Menjadi Aremania tidak ada seorang pun yang bisa memaksa. Bertanding memakai kostum Arema harus memiliki nyali yang lebih dan tidak pernah kenal rasa takut,” ujar Ovan.

Ovan pun bercerita perjuangan gigih tim Arema saat akan bertanding. “Arema hampir tidak jadi berangkat saat akan melawan Pelita Jaya. Saat itu, Pelita Jaya merupakan tim yang besar dan kuat. Arema saat itu tidak bisa berangkat. Walikota saat itu, Soegiyono mendengar hal itu dan langsung dipanggil untuk bertemu. Ditanya apa masalahnya Arema tidak bisa berangkat, kemudian dijawab tidak punya uang. Saat itu juga Arema butuh apa dibantu untuk bisa berangkat,” ucapnya.

“Malam itu juga akhirnya Arema berangkat ke Semarang dan melawan Pelita. Tidak ada kata menyerah dan tak mau ada keluhan lelah, semua pemain minta main. Dan akhirnya menang 1-0,” ungkap Ovan dengan suara menggelegarnya.

Ovan kembali bercerita saat era Galatama. Ketika itu Arema akan melawan Krama Yudha di Batu. Salah satu pemain andalan Arema dari Papua, Panus Korwa tidak mau bermain dengan alasan sakit demam. Ovan pun memanggilnya dan membawanya ke kamar mandi.

“Saya bilang dia, orang Papua kalau lihat bola itu senang. Kalau kamu, hanya sakit begini tidak mau main. Arema butuh kamu, hanya bisa mengalahkan Krama Yudha,” cerita Ovan. Panus pun berubah pikiran, akhirnya dia pun main dan membuat gol yang membawa Arema menang.

Ovan berpesan untuk Aremania dan tim Arema untuk berjuang terus. “Kalau kalian pakai kostum Arema saat bertanding dan bermain setengah hati saya minta untuk lepaa kostum itu lalu pulang. Arema itu kebanggaan. Arema dibangun dengan keringat dan tanpa rasa takut. Saya titipkan Arema kepada kalian semua,” tutup Ovan. (FM)

(Visited 558 times, 6 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid