Offside.co.id

Pelanggaran Perseru Dinilai “Direstui” Operator Liga

Selasa 20 Juni 2017 10:05 WIB

Offside.co.id – Perseru Serui dinilai telah melanggar aturan aspek lisensi klub profesional. Utamanya, terkait dengan stadion. Anehnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator malah mengamini kejanggalan di tengah kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 2017 tersebut.

Sejak awal, Stadion Marora, markas Perseru, sejatinya tidak lolos verifikasi. Banyak syarat yang tak terpenuhi. Tapi, entah mengapa PT LIB mengizinkan stadion yang terletak di Kabupaten Kepulauan Yapen tersebut sebagai homebase Perseru. Padahal, berdasarkan Regulasi Kompetisi Pasal 20 ayat 1 jelas disebutkan “Seluruh Pertandingan harus dimainkan di Stadion yang telah memenuhi kriteria sebagaimana ditetapkan oleh LIB.”

Jadilah, Persiba Balikpapan, PSM Makassar, dan Persela Lamongan harus menguras “kantong”, tenaga, dan mental untuk bertamu ke Stadion Marora. Persiba kalah 1-2, PSM menang 2-1, dan Persela Lamongan imbang 0-0. Kekonyolan terjadi di Bulan Ramadan. Maklum, selama Ramadan pertandingan harus digelar malam hari.

Semula, karena penerangan Stadion Marora tidak layak, laga kandang Perseru melawan Persija Jakarta pada 28 Mei 2017 sempat ditunda. PT LIB awalnya memutuskan akan mengalihkannya pada awal Agustus 2017. Ini sejatinya sudah sesuai dengan Regulasi Kompetisi pasal 20 ayat 3 “Selama berlangsungnya Liga 1, Klub harus memainkan pertandingan kandang di Stadion yang sama dan terdaftar.”

BACA JUGA :   Kencingi Tifosi Lawan, Pemain Klub Seri D Dihukum

Tapi, entah mengapa pula, kebijakan itu mendadak berubah. Baik PT LIB dan Perseru telah “menistakan” Regulasi Kompetisi Liga 1 yang dibuat dan disepakati bersama.

Bagaimana tidak? Perseru melakoni laga kandang di markas lawannya. Menjamu Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, yang notabene markas “Serdadu Tridatu”. Menjamu Persija di Stadion Patriot, Bekasi yang musim ini menjadi homebase “Macan Kemayoran”. Terakhir, menjamu PS TNI di Stadion Pakansari, Cibinong, yang notabene markas tim arahan Ivan Kolev. Dan, semua berujung kepada kekalahan.

“Tuan rumah menyerahkan diri kepada tamunya. Ini mencederai azas fair play dan sportivitas kompetisi,” kata Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer #SOS. “Gojek Treveloka Liga 1 2017 sudah cacat.  karena PT LIB dan Perseru telah mengamputasi regulasi yang telah dibuat dan disepakati bersama. Siapapun yang juara dan degradasi tidak bisa menghilangkan cacat ini,” Akmal menambahkan.

BACA JUGA :   Eden Hazard Selamatkan Chelsea

Sejatinya, untuk menjaga perasaan Persiba, PSM, dan Persela, atau tim lain yang nanti akan bertandang ke Stadion Marora usai lebaran, PT LIB bisa mengambil sejumlah langkah alternatif yang lebih bijaksana dan tidak “menodai” semangat kompetisi. Misalnya, mencarikan tempat netral untuk Perseru

“Selama Ramadan Liga 2 libur. Banyak Stadion netral yang bisa digunakan sebagai markas Perseru seperti Stadion Manahan, Solo, Stadion Maguwoharjo, Sleman, Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, atau Stadion di Kalimantan Selatan. Ini lebih adil dan fair,” kata Akmal. (KS)

(Visited 125 times, 2 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo