Offside.co.id

Pembekuan PSSI: Jokowi Minta Cabut, Nahrowi Menawar

Rabu 24 Februari 2016 18:13 WIB

Ketua Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar menyatakan organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akan dihidupkan lagi menyusul pertemuan dengan Presiden AFC Salman Bin Ibrahim di Kuala Lumpur, Malaysia, pekan lalu dan pertemuan dengan presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menpora Imam Nahrawi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/2).

Selain itu, Agum juga telah bertemu perwakilan FIFA dan Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah. “Kabar baik. PSSI akan diaktifkan kembali. Kalau pun akan diselenggarakan Kongres Luar Biasa, harus melalui statuta,” kata Agum.

Agum berada di Istana untuk melaporkan kepada presiden Jokowi tentang hasil pertemuan Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI dengan jajaran petinggi AFC, FIFA, dan OCA di Malaysia, beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, KLB yang akan digelar dalam waktu dekat akan berpedoman pada Statuta FIFA. Sikap itu ditempuh untuk mencegah terjadinya masalah yang tidak diinginkan.

BACA JUGA :   PSG Pecahkan Rekor Gol Dortmund!

“KLB kalau sesuai jalur Statuta FIFA tidak masalah, pegangannya kita kembali ke sistem.‎ Harus sesuai Statuta FIFA,” katanya.

Sementara itu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan syarat soal rencana pencabutan Surat Keputusan (SK) PSSI. Hal ini disampaikan juru bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto menyusul keputusan presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla yang memberi arahan terkait babak baru hubungan antara Kemenpora dan PSSI. “Menpora Imam Nahrawi menyanggupi untuk mengkaji (rencana) pencabutan pemebekuan terhadap PSSI,” katanya kepada wartawan.

Diterangkan Gatot, Kemenpora membutuhkan waktu paling lambat dua hari memutuskan soal pencabutan tersebut. Namun dikatakan dia, jikapun dalam pengkajian tersebut Menpora Imam mengakhiri keberlakuan SK Pembekuan PSSI, pun dilakukan dengan bersyarat.

BACA JUGA :   Pogba: MU Tidak Juara, Saya Gantung Sepatu!

Dikatakan Gatot, sejumlah syarat itu antara lain dengan meminta agar Komite Ad-Hoc PSSI menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Tujuannya untuk membuat struktur kepengurusan baru PSSI. “Selambat-lambatnya enam bulan. Atau lebih cepat,” ujar dia.

Menurut Gatot, syarat tersebut semestinya bisa terpenuhi jika mengambil alasan reformasi sepak bola sebagai tujuan pencabutan pembekuan tersebut. Sikap kepala batu kementerian ini berpotensi melahirkan gelombang demo besar, untuk meminta Jokowi mencopot Nahrawi. Instruksi presidennya sendiri masih mau ditawar. (BM)

(Visited 39 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid

You must be logged in to post a comment Login