Offside.co.id

Pergantian Lima Pemain, SOS: PSSI Langgar Aturan FIFA

Jumat 31 Maret 2017 18:10 WIB

Offside.co.id – Kebijakan PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait boleh melakukan lima pergantian pemain di Liga 1 yang akan bergulir mulai 15 April 2017 melanggar Law of The Game FIFA yang dikeluarkan The International Football Association Board 2016/2017.

Dalam peraturannya terkait Kompetisi Resmi (Official Competitions), FIFA menyatakan “A maximum of three substitutes may be used in any match played in an official competition organised under the auspices of FIFA, confederations or national football associations.” (Maksimal tiga pergantian pemain yang bisa dilakukan dalam satu pertandingan pada kompetisi resmi yang digelar di bawah kendali FIFA, Konfederasi, maupun Asosiasi Sepak Bola Nasional”.    

Pada bagian penjelasan (explanation) juga dipaparkan bahwa “FIFA, confederations, and national football associations can allow up to maximum of five substitutes in all competitions except at the highest level.” (FIFA, Konfederasi, dan Asosiasi Sepak Bola Nasional boleh mengizinkan maksimal lima pergantian pemain di semua kompetisi kecuali di level tertinggi.”

“Bila aturan ini dijalankan berarti Liga 1 bukan kompetisi tertinggi atau menilik Law of The Game FIFA bisa juga disebut friendly game yang membolehkan pergantian pemain sampai 6-7 kali,” kata Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer #SOS dalam rilisnya yang diterima Offside.co.id, Jumat.

BACA JUGA :   Indonesia Raih 5 Emas, Satu dari Eko Yuli

“PSSI juga telah melanggar statutanya sendiri. Di pasal 8 Statuta PSSI tentang Law of The Game disebutkan PSSI dan tiap anggotanya melangsungkan permainan sesuai dengan Law of the Game yang dikeluarkan oleh IFAB,” kata Akmal.

FIFA sendiri memang baru saja mengeluarkan kebijakan membolehkan pergantian pemain sampai empat kali. Itu pun pergantian keempat dilakukan di masa perpanjangan waktu. Tapi, hal ini belum menjadi putusan baku. Masih sebatas uji coba dan baru tahap sosialisasi yang dilakukan di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. “Seharusnya PSSI berkonsultasi dulu ke FIFA sebelum mengambil kebijakan yang menabrak law of the game, baru mensosialisasikannya. Bukan sebaliknya,” Akmal menambahkan.

BACA JUGA :   Spektakuler! Asian Games 2018 Resmi Bergulir

Sejatinya, bukan soal pergantian lima pemain saja kebijakan PSSI menabrak aturan FIFA, AFC, bahkan statuta PSSI sendiri. Pasal 9 Statuta PSSI menegaskan, “Badan dan Ofisial PSSI harus menaati Statuta, peraturan-peraturan, instruksi-instruksi, keputusan-keputusan dan Kode Etik FIFA, AFC dan PSSI dalam kegiatannya.” Melanggar aturan, bisa berujung sanksi FIFA. (KS)

 

(Visited 241 times, 5 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo