Offside.co.id

Perseru Dinilai Langgar Aspek Lisensi Klub

Senin 17 Juli 2017 09:54 WIB

Offside.co.id –  Perseru Serui telah melanggar aturan aspek lisensi klub profesional. Utamanya, terkait infrastruktur (baca: stadion). Tapi, anehnya PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator malah mengamini alias merestui. Terjadilah kejanggalan di tengah kompetisi Gojek Traveloka Liga 1/2017.

Sejak awal Stadion Marora, markas Perseru, sejatinya tidak lolos verifikasi. Banyak syarat yang tak terpenuhi. Utamanya, soal penerangan. Tapi, entah mengapa PT LIB akhirnya mengizinkan stadion yang terletak di Kabupaten Kepulauan Yapen tersebut sebagai homebase Omar Zeinedine dan kawan-kawan. Padahal, berdasarkan Regulasi Kompetisi Pasal 20 ayat 1 jelas disebutkan, “Seluruh Pertandingan harus dimainkan di Stadion yang telah memenuhi kriteria sebagaimana ditetapkan oleh LIB.”

Jadilah, Persiba Balikpapan, PSM Makassar, dan Persela Lamongan harus menguras “kantong”, tenaga, dan mental untuk bertamu ke Stadion Marora. Persiba kalah 1-2, PSM menang 2-1, dan Persela Lamongan imbang 0-0. Kekonyolan terjadi di Bulan Ramadan. Maklum, selama Ramadan pertandingan harus digelar malam hari lantaran pada siang harinya mayoritas menjalankan ibadah puasa.

BACA JUGA :   Tewasnya Suporter Jangan Dianggap Kejadian Biasa!

Semula, karena penerangan Stadion Marora tidak layak, laga kandang Perseru melawan Persija Jakarta, Minggu, 28 Mei 2017 sempat ditunda. PT LIB awalnya memutuskan akan mengalihkannya pada awal Agustus 2017. Ini sejatinya sudah sesuai dengan Regulasi Kompetisi pasal 20 ayat 3, “Selama berlangsungnya Liga 1, Klub harus memainkan pertandingan kandang di Stadion yang sama dan terdaftar.”

Tapi, entah mengapa pula, kebijakan itu mendadak berubah. Baik PT LIB dan Perseru telah “menistakan” Regulasi Kompetisi Liga 1 yang dibuat dan disepakati bersama.

Bagaimana tidak? Perseru melakoni laga kandang di markas lawannya. Menjamu Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, yang notabene markas “Serdadu Tridatu”. Menjamu Persija di Stadion Patriot, Bekasi yang musim ini menjadi homebase “Macan Kemayoran”. Terakhir, menjamu PS TNI di Stadion Pakansari, Cibinong, yang notabene markas tim arahan Ivan Kolev. Dan, semua berujung kepada kekalahan.

BACA JUGA :   Klub-klub Liga 1 Sampaikan Belasungkawa untuk Ricko

“Tuan rumah menyerahkan diri kepada tamunya. Ini mencederai azas fair play dan sportivitas kompetisi,” kata Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer #SOS, dalam rilisnya yang diterima Offside.co.id, Senin (17/7).

“Gojek Treveloka Liga 1 2017 sudah cacat.  karena PT LIB dan Perseru telah mengamputasi regulasi yang telah dibuat dan disepakati bersama. Siapapun yang juara dan degradasi tidak bisa menghilangkan cacat ini,” Akmal menambahkan.

Dalam pasal 20 ayat 2 Regulasi Liga 1 disebutkan  “Stadion yang digunakan untuk Pertandingan harus dinominasikan oleh Klub melalui formulir pendaftaran dengan mempertimbangkan hasil inspeksi dan persetujuan dari LIB. LIB memiliki hak untuk menolak nominasi Stadion yang disampaikan dan meminta Klub untuk memainkan Pertandingan di stadion lain di kota yang sama atau di tempat netral (neutral venue).” (KS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Visited 226 times, 226 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo