Offside.co.id

Persib Siap Tuntaskan Dendam, Ricky Nelson Diteror Bobotoh

Sabtu 4 Maret 2017 23:48 WIB

Offside.co.id – Persib Bandung siap tuntaskan dendam saat jumpa Pusamania Borneo FC (PBFC) pada leg ke-dua babak semifinal Piala Presiden 2017 yang digelar Minggu malam (5/2) di Stadion Si jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Kekalahan 2-1 pada leg pertama telah dilupakan Maung Bandung, dan mereka bersiap menghadapi leg ke-dua. Bahkan, kelemahan dan kelebihan skuat asuhan Ricky Nelson itu telah dipelajari oleh pelatih Persib, Djajang Nurjaman.

”Dua pemain yang patut diwaspadai yang berpostur tinggi Leonardo Elias dan dibelaknganya Patrich Wanggai harus diantisipasi karena mereka yang mencetak gol. Selain itu, penyuplai bola, Asri Akbar, dia pemain yang pintar dalam mengatur bola. Mereka (PBFC) mengandalkan tendangan bebas dan bola mati,” ucap Djajang Nurjaman.

BACA JUGA :   Modric Bawa Kroasia Ungguli Nigeria

Pria yang akrab disapa Djanur ini menjamin, performa anak asuhnya yang jeblok saat leg pertama di Samarinda tidak akan terulang lagi pada leg ke-dua.

“Sekarang kami sudah lebih siap dan antisipasi. Mudah-mudahan penampilan buruk kami di Samarinda, terutama di babak kedua luar biasa buruknya hingga harus kalang kabut menghadapi PBFC, tidak terjadi lagi,” papar Djanur.

Dajnur pun memberikan komentar mengenai sindiran Ricky Nelson terkait wasit. Menurutnya, hal itu wajar dan tidak berlebihan. ”Saya kira itu hal yang wajar dan tidak berlebihan mengomentari wasit. Tapi saya sekarang ingin membuktikan di lapangan. Kami ingin lolos ke final dan siap kerja keras untuk itu,” tegas pelatih 58 tahun itu.

BACA JUGA :   Kolarov Antar Kemenangan Serbia

Di lain pihak, Ricky Nelson mengaku mendapat teror dari Bobotoh, meskipun hanya lewat media sosial. Menurutnya yang penting bentuk teror itu tidak terjadi di lapangan.

”Namanya juga suporter, tekanan dari suporter Persib di media sosial hal yang normal. Yang penting saat di lapangan suporter tidak anarkis dan melanggar aturan,” tandas Ricky. (RN)

(Visited 526 times, 3 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid