Offside.co.id

Persis Solo Jelaskan Alasan Pemecatan, Yudi Suryata: Baru Kali Ini..

Senin 20 Maret 2017 18:27 WIB

Offside.co.id – Keputusan Persis Solo untuk memecat pelatih Yudi Suryata menimbulkan pro dan kontra di kalangan pecinta sepak bola Kota Solo.

Pelatih asal Sragen, Jawa tengah itu resmi dipecat pada Minggu (19/3) malam WIB dalam pertemuan dengan manajemen Persis di Kantor Sekretariat Tim di daerah Pasar Kliwon.

Manajer Persis Solo, Hari Purnomo menjelaskan alasan pihaknya memberhentikan Yudi beserta staf pelatih, kendati kompetisi Liga 2 belum digulirkan.

Menurutnya, faktor ketidakharmonisan antara pelatih dengan pemain merupakan alasannya.

“Alasan pemutusan hubungan ini karena sudah tidak ada lagi kecocokan di dalam tim. Ketidakcocokan ini membuat suasana di dalam tim tidak harmonis, hampir sebanyak 50 persen dari total jumlah pemain,” terang manajer Persis, Hari Purnomo, Senin (20/3).

Tak hanya Yudi, tiga asistennya juga turut menjadi korban, yakni I Putu Gede, I Komang Putra dan Agung Yudha. Dengan begitu, Yudi praktis hanya menangani Persis tak kurang dari dua bulan.

Disamping itu, pelatih 62 tahun ini tercatat baru melakoni tiga kali uji coba, yakni kalah 1-0 dari Perijap Jepara, seri 1-1 dengan tim amatir PS Mars, serta menang 3-1 melawan PS Mojokerto Putra.

“Sebenarnya hasil kemenangan atas Mojokerto Putra sudah tidak berpengaruh lagi, karena kami sudah memutuskan akan tetap melakukan evaluasi,” lanjut Hari.

Sementara itu, Yudi Suryata menyatakan, bahwa alasan pemecatan yang disampaikan manajemen Persis hanya dibuat-buat. Bahkan selama menangani Persis, tak jarang ia mendapatkan intervensi dari manajemen.

“Saya pikir itu hanya alasan yang dibuat-buat. Saya ini tipikal pelatih yang tidak mau diintervensi. Seperti, manajemen tiba-tiba mengontrak pemain tanpa rekomendasi saya. Kemudian, saya dipaksa mencoret dua pemain, tapi satu pemain masih bisa saya pertahankan sampai sekarang,” ungkap mantan pelatih Persigo Gorontalo, Persijap Jepara dan beberapa klub tanah air lainnya ini.

“Ketika saya menjadi pelatih, saya sudah biasa menerima tekanan dari luar, seperti suporter. Tapi sepanjang karir saya, baru kali ini saya mendapatkan tekanan dari dalam tim sendiri. Tim pelatih dan manajemen harusnya menjadi satu tim yang kuat,” lanjut Yudi.

“Keputusan ini cukup mengagetkan. Beda dengan saya yang sudah lebih dari 40 tahun ada di sepak bola, tapi tidak dengan tim pelatih lain seperti Putu Gede, Komang dan Agung Yudha yang karir kepelatihannya masih cukup panjang,” tuntasnya.

Sepeninggal Yudi, klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini akan ditangani Caretaker atau pelatih sementara yakni Sri Widadi. (BM)

(Visited 389 times, 3 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid