Offside.co.id

Ini 11 Pemain Terbaik AFF 2016, Empat dari Indonesia

Senin 19 Desember 2016 12:32 WIB

Offside.co.id – Thailand mendominasi daftar 11 Pemain Terbaik Piala AFF 2016. Negeri Gajah Putih itu memasuk lima nama, disusul Indonesia empat pemain, lalu Vietnam dan Myanmar masing-masing menyumbang satu pemain, pada daftar pemain terbaik versi redaksi Offside.co.id.

Pilihan ini tak jauh berbeda dengan media-media di kawasan Asia Tenggara yang meliput langsung ajang dua tahunan tersebut. Karena itu, faktor kualitas dan pilihan formasi 4-3-3, menepikan unsur subjektivitas terkait nasionalisme jurnalis.

Berikut 11 pemain terbaik Piala AFF disertai alasan pemilihannya, diulas oleh wartawan Offside.co.id, Sigit Nugroho.

 

KIPER: Kawin Thamsatchanan (Thailand)

Dari tujuh pertandingan yang dilakoni Thailand, selain kontra Indonesia, gawang yang dikawal Kawin Thamsatchanan (26) tak pernah kebobolan alias clean sheet. Arinya sepanjang turnamen ia cuma kemasukan tiga gol, seluruhnya dari tim Merah Putih. Kiper asal klub Muangthong United itu cukup memberikan rasa aman buat para pemain Thailand. Di timnas, ia menepikan kiper kawakan Sintawechai “Kosin” Hattairatanakool.

 

BEK KANAN: Benny Wahyudi (Indonesia)

Aksi Benny Wahyudi (30) sangat menonjol. Kapten ketiga Indonesia ini setidaknya telah membuat kubu Thailand mengaku kualahan. Maklum, akselerasi bek asal Arema itu sangat cepat dan berbahaya. Pemain yang berniat pensiun usai Piala AFF tersebut pantas mengisi salah satu formasi flat back four, dengan tugas bertahan, sekaligus aktif membantu serangan.

 

BEK KIRI: Theerathon Bunmathan (Thailand)

Salah satu kekuatan Thailand di Piala AFF 2016 adalah serangan lewat sayap. Di posisi bek kiri modern, Theerathon Bunmathan (26), benar-benar tak terbendung. Tugas sebagai pemain bertahan ia jalani sebaik saat membantu serangan. Bola-bola silang Theera  sangat memanjakan striker ala Teerasil Dangda yang hebat dalam duel udara. Seperti kebanyakan pemain timnas Thailand lainnya, Theera juga berasal dari Muangthong United.

 

STOPPER: Zaw Min Tun (Myanmar)

Satu dari dua posisi stopper diisi Zaw Min Tun (24). Pemain yang terbiasa jadi kapten Myanmar sejak timnas U-19 itu biasa tampil lugas dan impresif. Baik timnas maupun klubnya, Myanmar Yangon United, senantiasa memberikan posisi kunci untuk Min Tun. Ia kuat dalam bola-bola udara, serta tangguh saat menghentikan striker lawan dalam duel satu lawan satu. Min Tun telah 47 kali membela timnas Myanmar dan mengoleksi tiga gol.

BACA JUGA :   Skuat Arema Komplit Akhir Bulan Ini

 

STOPPER: Hansamu Yama (Indonesia)

Sempat di-bully karena membuat striker Irfan Bachdim cedera dan dicoret dari skuad Piala AFF, Hansamu Yama (21) menjelma jadi pahlawan. Stopper Barito Putra itu bahkan banjir pujian karena mencetak dua gol penting Indonesia saat menjamu Vietnam dan Thailand. Dua gol dari enam laga bagi seorang pemain bertahan, tentu sangat istimewa. Ia digadang-gadang jadi pemain masa depan Indonesia.

 

GELANDANG: Sarach Yooyen (Thailand)

Selalu masuk tim nasional Thailand di level U-17, U-19, U-23, hingga senior, tentu bukan prestasi main-main. Apalagi persaingan untuk masuk skuad utama sangat sulit. Toh ia jadi pilihan utama Thailand di Asian Games 2015, serta tahun ini di Pra-Piala Dunia dan Piala AFF. Sarach Yooyen (24) yang berkostum klub Muangthong United, menjadi penyeimbang tim asuhan Kiatisuk Senamuang di sektor tengah.

 

GELANDANG: Stefano Lilipaly (Indonesia)

Menjadi gelandang kreatif adalah peran yang diemban Stefano Lilipaly.(26). Pemain klub Telstar di Liga Belanda itu tak cuma beroperasi di tengah untuk memotong serangan awal tim lawan, namun juga rajin menopang Boaz Solossa dkk di sektor depan. Pria berdarah Ambon ini bahkan mencetak dua gol penentu, kala menyingkirkan Singapura 2-1 dan menahan Vietnam 2-2. Catatan, dua gol itu ia cetak saat Indonesia tampil di laga tandang!

 

GELANDANG: Chanathip Songkrasin

Usianya baru 23 tahun, tapi Chanathip Songkrasin mencatat prestasi dahsyat. Ia terpilih sebagai pemain terbaik Piala AFF 2014 dan 2016, dua tahun berturut-turut! Pada dua ajang tersebut, timnya tampil jadi juara. So, fans timnas  Thailand dan klub Muangthong United menjulukinya sebagai Messi Jay. Julukan sebagai Messi-nya Thailand makin memacunya untuk jadi leader di sektor tengah. Dengan 38 caps, ia mencetak lima gol untuk negaranya.

BACA JUGA :   Gara-gara Ini, Milan Terancam Kehilangan Donnarumma

 

STRIKER: Boaz Solossa (Indonesia)

Kematangan Boaz Solossa (31) sangat tampak jelas di timnas Indonesia. Raihan posisi runner up sebenarnya melebihi ekspektasi mengingat mepetnya persiapan tim. Apalagi, Indonesia baru lolos dari sanksi FIFA, alias dikucilkan dari sepakbola internasional. Toh Boaz mampu memimpin rekan-rekannya. Gerakannya masih eksplosif dan ditakuti bek-bek lawan. Semua pelatih lawan, selalu meminta pemain bertahannya mengawasi striker Persipura yang berniat pensiun dari timnas usai gelaran Piala AFF 2016.

 

STRIKER: Lee Chong Vinh (Vietnam)

Seumur dengan Boaz Solossa, striker legendaris Vietnam Lee Chong Vinh (31) juga ingin gantung sepatu dari timnas selepas Piala AFF 2016. Skill individu, kecepatan, dan gerakan tanpa bola striker klub Becamex Bình Duong ini masih berkelas. Dengan tugas rangkap membimbing striker muda Vietnam, Cong Vinh masih bisa menyumbangkan dua gol dan dua assist di Piala AFF.

 

STRIKER: Teerasil Dangda (Thailand)

Posisi striker utama, tak diragukan siapapun, jatuh kepada Teerasil Dangda (28). Di usai emasnya, pria yang pernah meruput di La Liga bersama Almeria ini memang beda kelas dibanding bomber lain. Ia taktis dan cepat membaca situasi. Bola satu-dua maupun umpan-umpan terobosannya sangat berbahaya. Pemain kunci Muangthong United ini memang benar-benar tipe striker penyelesai. Tiga kali jadi top scorer Piala AFF adalah bukti yang tak terbantahkan.

BEST STARTING 11 PIALA AFF 2016

(Visited 17.641 times, 89 visits today)
Editor: Sigit Nugroho