Offside.co.id

PSP 1-2 Persebaya, Bak Ulangan Final Suratin Cup 1972

Kamis 8 September 2016 16:01 WIB

Offside.co.id – Meski dengan hasil sedikit berbeda, namun ulangan hasil final Suratin Cup 44 tahun yang lalu itu akhirnya terjadi juga. Akademi PSP Padang sebagai wakil Sumatera Barat akhirnya kalah 1-2 atas Persebaya yang mewakili Jawa Timur dalam babak perempatfinal Liga Sepakbola Pelajar tingkat nasional 2016 Piala Menpora Rabu (7/9) di Stadion Bangkalan. Di final Suratin Cup tahun 1972 lalu, Persebaya menaklukkan PSP dengan angka 1-0.

Namun kekalahan yang sekaligus membuat PSP gagal maju ke babak semifinal tak membuat kubu PSP kecewa berat. Sebaliknya mereka dapat menerima kekalahan itu dengan kepala tegak. “Saya bangga dengan perjuangan anak-anak. Mereka telah berjuang tanpa lelah. Saya melihat Persebaya tidak begitu istimewa, mereka lebih beruntung karena memiliki recovery yang lumayan cukup,” ujar Direktur Akademi PSP Agus Suardi Bin.

Tanpa bermaksud mencari kambing hitam, faktor kelelahan bisa jadi membuat permainan PSP tidak berkembang. Setelah mencatat tiga kemenangan spekatakuler dari empat kali pertandingan babak penyisihan di Jakarta, tim PSP seperti enam tim lainnya sampai di Sidoarjo pada Selasa (6/9) jam 23.00 WIB setelah menempuh perjalanan 11 jam dengan kereta api . Selang 17 jam berikutnya mereka sudah harus main di Stadion Bangkalan.

“Ya, panitia memang hanya menyediakan tiket kereta api bagi setiap tim yang lolos ke Babak Delapan Besar. Berbeda dengan dua tim – Jawa Barat dan Jatim – yang berangkat dengan pesawat. Kita panitia memang tidak bisa berbuat banyak. Karena kalau memang ingin berangkat dengan pesawat, biayanya ditanggung tim masing-masing,” ujar seorang panitia.

Meski kelelahan dan waktu pertandingan bisa jadi alasan, namun Pelatih Akademi PSP Rifki Firdaus “Buya” enggan mengomentarinya. “Saya bangga dengan anak-anak. Meski fisik jelas menurun, lalu bermain di depan suporter tuan rumah tapi mereka bisa bermain stabil. Sayangnya wasit juga jelas sekali memihak tuan rumah. Harusnya kita bisa dapat dua peluang dari penalti, namun wasit tidak menunjuk titik putih. Tapi ya sudahlah. Apa pun hasilnya, kita pantas bangga dengan anak-anak,” sebut mantan pemain Semen Padang dan PSDS Deliserdang ini.

Pendapat serupa disampaikan Pembina Akademi PSP Padang Rahmad Saleh. Anggota DPRD Sumbar itu menyebut capaian yang dibukukan PSP U-16 tidak buruk, karena pemain telah menampilkan yang terbaik serta mampu merealisasikan misi menembus babak 8 besar. “Setidaknya anak-anak dapat pulang ke Padang dengan kepala tegak. Sebab sesuai pesan Pak Ketua Umum, jangan pulang sebelum ke Sidoarjo. Alhamdulillah itu sudah dibuktikan anak-anak,” ujarnya.

Kekalahan Akademi PSP Padang sebagai satu-satunya wakil Sumatera, juga diikuti kegagalan tiga tim luar Jawa lainnya yakni Kaltara, Sulsel dan Sulut. Kaltara dikalahkan Jateng, Sulsel kalah atas DKI Jaya dan Sulut dicukur Jabar 0-10. Di babak semifinal hari ini, Persebaya bakal ditantang Jawa Tengah. Sementara Diklat Persib sebagai juara bertahan bertemu DKI Jakarta. NS

(Visited 688 times, 1 visits today)
Editor: Hanif Marjuni
Powered by Live Score & Live Score App