Offside.co.id

Baru Sepekan ‘Bebas’, La Nyalla dinyatakan Tersangka Lagi

Selasa 31 Mei 2016 09:35 WIB

ENTAH agenda besar apa yang berada di belakang kasus yang terjadi pada La Nyalla Mattalitti. Polemik hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim versus Ketua Umuum PSSI itu tak juga berakhir. Bahkan memanas lagi.

Senin (30/5), Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung kembali mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk La Nyalla. Dia pun kembali berstatus sebagai tersangka. “Per hari ini, kita sudah keluarkan sprindik jilid empat. La Nyalla berstatus tersangka lagi,” kata Maruli kepada wartawan, Senin (30/5).

La Nyalla, kembali dinyatakan sebagai tersangka. (foto:istimewa)

La Nyalla, kembali dinyatakan sebagai tersangka. (foto:istimewa)

Selain ditetapkan sebagai tersangka, kejaksaan juga mengajukan cegah tangkal (cekal) yang baru untuk La Nyalla, ke Kementerian Hukum dan HAM. Dengan begitu, ia tidak bisa ke luar dan masuk luar negeri. “Dia juga statusnya buron,” tandas Maruli.

BACA JUGA :   Dihajar Thailand, Timnas U-23 Tersungkur

Lanjut Maruli , pihaknya tidak gentar jika pihak La Nyalla akan mempraperadilankannya lagi. “Tidak masalah kalau dipra lagi. Itu berarti praperadilan jilid keempat, ya,” tuturnya enteng.

Uniknya, penetapan tersangka untuk La Nyalla tersebut, dilakukan seminggu setelah Kejati tumbang untuk kali kedua di sidang  praperadilan.

Sekadar informasi, pada Senin (23/5), Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memenangkan La Nyalla Mahmud Mattalitti dalam sidang praperadilan atas penetapan La Nyalla sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim. Ini adalah kali kedua PN Surabaya memenangkan La Nyalla atas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim).

BACA JUGA :   Timnas U-23 Siap Ladeni Thailand

Sidang pembacaan putusan itu dipimpin oleh Hakim tunggal Mangapul Girsang. Hakim memutuskan membatalkan surat perintah penyidikan, dan surat penetapan tersangka yang dikeluarkan termohon dalam hal ini Kejati Jatim.

Hakim juga memerintahkan rehabilitasi terhadap tindakan yang sudah dilakukan Kejati Jatim yakni, pencabutan surat pencekalan dan pencabutan surat penutupan sejumlah rekening atas nama La Nyalla.

Dalam pertimbangannya, Hakim mengutip mengenai rencana Kejati Jatim yang akan mengeluarkan sampai 100 sprindik baru dalam kasus ini. Hakim mengatakan, hal tersebut bisa mengakibatkan kegaduhan hukum dan kontraproduktif dengan penegakan hukum di Indonesia. (HM)

(Visited 179 times, 1 visits today)
Editor: Hanif Marjuni