Offside.co.id

IPW: Satgas Antimafia Bola Lamban

Minggu 16 Juni 2019 16:04 WIB

Offside.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri diminta bersikap tegas dan cepat untuk menangkap dan memproses semua pihak yang terlibat dalam berbagai kasus pengaturan skor di persepakbolaan nasional.

Mereka harus segera dijebloskan ke penjara, terutama figur-figur yang namanya sudah muncul ke permukaan, termasuk anggota Komite Eksekutif PSSI Papat Yunisal yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sikap lamban Satgas ini sangat berpotensi untuk dimainkan oknum-oknum di PSSI untuk menunda-nunda Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Tujuannya agar mereka bisa melobi calon-calon kuat ketua umum, dan kasus-kasus yang melibatkan mereka dipetieskan,” demikian dikatakan Ketua Presidium Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam pernyataannya yang diterima offside.co.id, Minggu (16/06).

“Jika oknum-oknum yang bermasalah di PSSI bisa melobi dan mendekati serta menyukseskan figur-figur tersebut menjadi Ketua Umum PSSI, nasib sepakbola Indonesia pun tak akan berubah. Kerja keras Satgas untuk membongkar mafia sepakbola nasional pun sia-sia. Untuk itu, Satgas harus bekerja cepat, dan tangkap semua oknum PSSI yang terlibat, dan segerakan KLB,” ungkap Neta.

Sejauh ini Satgas Antimafia Bola sudah menetapkan 17 nama sebagai tersangka pengaturan skor alias  match fixing, termasuk mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono yang ditetapkan tersangka perusakan barang bukti terkait perkara match fixing. Sayangnya, tidak semua yang sudah berstatus tersangka ditahan, termasuk Papat Yunisal.

BACA JUGA :   Maguire Tolak Gaji Tinggi Demi MU

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha juga sudah beberapa kali diperiksa Satgas. Akibat ketidaktegasan Satgas, Ratu Tisha bisa melakukan lobi ke sana-sini, bahkan ada aroma ia akan mencalonkan diri jadi Ketua Umum PSSI, apalagi pada Agustus 2019 nanti Tisha akan menjadi Wakil Presiden ASEAN Football Federation (AFF) atau Federasi Sepakbola ASEAN.

Adapun Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan bersama mantan Manajer Madura United Haruna Soemitro atas laporan mantan Manajer Tim Perseba Bangkalan Imron Abdul Fattah awal Januari 2019.

Neta diminta komentar soal langkah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunda pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Sedianya, KLB dengan empat agenda, yakni merevisi Statuta PSSI dan Kode Pemilihan PSSI, serta menetapkan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) digelar pada 13 Juli 2019. Namun dengan dalih atas permintaan Federation of International Football Association (FIFA), melalui sepucuk surat kepada para anggota PSSI, Sekjen PSSI menyatakan KLB PSSI dengan empat agenda tersebut akan digelar pada akhir Juli atau awal Agustus 2019.

Menurut Neta, ada empat alasan KLB PSSI diundur, pertama karena situasi politik Tanah Air yang masih panas sehingga dianggap belum kondusif untuk melakukan KLB. Kedua, belum tuntasnya kasus hukum yang melilit sejumlah orang penting di PSSI. Bahkan, banyak yang belum tersentuh.

BACA JUGA :   Madrid Tanpa Hazard di Laga Pembuka

Apalagi sejak pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Satgas Antimafia Bola Polri sepertinya tiarap dan tidak seagresif seperti sebelumnya memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam match fixing. Kondisi ini, kata Neta, bisa dimanfaatkan PSSI untuk melindungi oknum-oknumnya yang diduga terlibat.

Ketiga, Neta menambahkan, belum adanya bakal calon ketua umum PSSI yang secara representatif muncul untuk menampilkan diri maupun programnya. Keempat, masyarakat sepak bola Indonesia, terutama yang bersentuhan dengan PSSI, bersikap sangat hati-hati untuk menunggu “petunjuk” Polri lewat Satgas Antimafia Bola. “Mereka khawatir jika salah langkah akan digulung Satgas,” jelasnya.

Situasi ini, lanjut Neta, jelas sangat merugikan dunia sepakbola nasional. “Kok PSSI takut dengan Satgas?

“Sikap takut oknum-oknum di PSSI ini tentu tak berdiri sendiri. Bagaimana pun, mereka merasa tersandera dosa masa lalu sehingga harus hati-hati menyikapi keberadaan Satgas. Ini tentunya sangat tidak sehat bagi masa depan PSSI,” tandasnya. (KS)

 

Keterangan Foto: Anggota Exco PSSI dalam sebuah acara press conference. (foto: pssi.org)

(Visited 8 times, 2 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply