Offside.co.id

PSSI Berharap Tak ada Boikot Kongres di Makassar

Selasa 4 Oktober 2016 07:40 WIB

Offside.co.id – Beberapa waktu yang lalu terdengar akan ada isu boikot jika kongres PSSI digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi boikot itu menghendaki kongres digelar di kota yang disarankan oleh Menpora atau kota lain selain Makassar.

Sekadar informasi, kelompok 85 (K-85) yang mengklaim menguasai lebih dari 90-an dari 107 pemilik suara di federasi nasional, meminta agar Exco PSSI menganulir penunjukkan Makassar sebagai tuan rumah kongres.

Terkait hal itu, PSSI meminta agar para anggota dan pemilik suara di federasi nasional tersebut, tak melakukan aksi boikot pelaksanaan kongres. Sekretaris Jenderal PSSI, Azwan Karim mengatakan, agar polemik tentang tuan rumah Kongres Pemilihan tersebut, bisa diselesaikan dengan baik.

 Azwan mengungkapkan, saat ini sudah ada pembicaraan internal ke semua pihak, termasuk ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar pelaksanaan Kongres Pemilihan tersebut, tetap mengambil tempat di Makassar.

“Kita (PSSI) mengharapkan, agar jangan sampai (anggota dan pemilik suara) lari ke arah situ (boikot),” kata Azwan saat ditemui di acara silaturahmi kandidat Ketua Umum PSSI di kediaman Ketua Pemilihan (KP) PSSI Agum Gumelar, Jakarta, Senin (3/10) ke beberapa media.

Komite Eksekutif (Exco) PSSI, awal Agusuts lalu, sudah memutuskan gelaran Kongres bakal diselenggarakan di Makassar. Dalam keputusan tersebut, Kongres Tahunan dihelat pada 17 Oktober mendatang.

Anggota Exco PSSI, Tony Apriliani menerangkan, penunjukkan Kota Makassar sebagai tuan rumah Kongres Pemilihan berasal dari keputusan yang sah. Keputusan Exco PSSI tersebut, pun, diterangkan dia, sudah diketahui Federasi Sepak Bola Asia (AFC), juga Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

Menurut Tony, dua badan sepak bola internasional tersebut juga menyatakan ikut hadir di Kongres PSSI di Makassar.  “Terserah mereka (K-85) apakah mau melepas momen baik ini untuk perbaikan sepak bola saat ini,” ujar dia. “Kalau tetap di Makassar, dan AFC serta FIFA ada di sana, ya itu artinya tetap di Makassar,” tambah dia.

(Visited 9.271 times, 3 visits today)
Editor: Hanif Marjuni