Offside.co.id

PSSI Diundang Ikuti Turnamen di Bangladesh

Minggu 29 Januari 2017 13:15 WIB

Offside.co.id – PSSI mendapatkan undangan untuk mengikuti turnamen bertajuk Bangabandhu Gold Cup 2017 di Bangladesh. Kepastian surat undangan tersebut dikatakan langsung oleh Direktur Hubungan Internasional dan Media PSSI, Hanif Thamrin.

Hanif mengatakan, surat undangan tersebut telah dibalas yang ditujukan kepada federasi sepak bola Bangladesh untuk meminta kejelasan status regulasi turnamen tersebut. Katanya, delapan negara akan berpartisipasi dalam ajang tersebut.

“Tapi dari delapan negara itu masih belum jelas siapa yang diundang selain kami. Regulasinya seperti apa dan bagaimana tahapannya. Jadi kami baru balas seperti itu,” kata Hanif.

“Belum tahu kapan dimulai. Tapi yang jelas kami mau mengetahui kejelasan terlebih dahulu baru bisa memastikan ikut atau tidak,” lanutnya.

BACA JUGA :   Klock dan Pluim Bakal Repotkan Maung Bandung

Meskipun demikian, jika melihat turnamen Bangabandhu Gold Cup tahun lalu, event ini memang diikuti oleh delapan negara dan dibagi ke dalam dua grup, dimana masing-masing grup diisi empat negara.

Delapan tim yang berpartisipasi pada tahun lalu adalah Bangladesh, Felda United, Sri Lanka, Nepal, Bangladesh U23, Bahrain U23, Maladewa dan Kamboja. Dari masing-masing grup akan diambil dua tim teratas klasemen akhir untuk kembali diadu di babak semifinal.

Babak semifinal dan final hanya akan digelar dalam sistem single match, dan Nepal merupakan juara bertahan Bangabandhu Gold Cup 2016 usai mengalahkan Bahrain U-23 pada babak final.

BACA JUGA :   Mourinho Bersyukur MU Imbangi Liverpool

Pada sejarahnya, Bangabandhu Gold Cup pertama kali digelar pada 1996. Setelah itu, ajang ini baru bisa dilaksanakan lagi pada 1999 karena masalah politik yang ada di Bangladesh.

Setelah 1999, Bangabandhu Gold Cup kembali terhenti cukup lama dan baru digelar lagi pada 2015 dan tahun berikutnya. Meski bukan turnamen besar, namun event ini diakui FIFA sebagai ajang internasional. (BM)

(Visited 387 times, 5 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid